Aplikasi Sentuh Tanahku Permudah Akses Layanan Pertanahan Warga 30 Aug 2026 PSI Jember Jadikan Kantor Baru sebagai Rumah Bersama, Ratusan Ojol Diajak Berdiskusi 30 Aug 2026 Layanan Peralihan Hak 10 Hari Diuji Coba, ATR/BPN Tekankan Kesiapan Masyarakat 30 Aug 2026 Layanan PERINTIS 10 Hari Percepat Proses Balik Nama Sertipikat 30 Aug 2026 Satres Narkoba Polres Sukabumi Amankan 276 Botol Miras 30 Aug 2026 Muktamar NU Tetapkan 9 Anggota AHWA, KH Nurul Huda Jazuli Raih Suara Tertinggi 30 Aug 2026 Ribuan Banser dan Pagar Nusa Perketat Pengamanan Muktamar NU 30 Aug 2026 Google Health 5.07 Dirilis, Catat Olahraga Makin Fleksibel 30 Aug 2026 Muktamar NU Memanas Lagi, Masa Tunggu Eks Parpol Diperdebatkan 30 Aug 2026 Kepercayaan pada Fakta Runtuh di Era AI 30 Aug 2026 Aplikasi Sentuh Tanahku Permudah Akses Layanan Pertanahan Warga 30 Aug 2026 PSI Jember Jadikan Kantor Baru sebagai Rumah Bersama, Ratusan Ojol Diajak Berdiskusi 30 Aug 2026 Layanan Peralihan Hak 10 Hari Diuji Coba, ATR/BPN Tekankan Kesiapan Masyarakat 30 Aug 2026 Layanan PERINTIS 10 Hari Percepat Proses Balik Nama Sertipikat 30 Aug 2026 Satres Narkoba Polres Sukabumi Amankan 276 Botol Miras 30 Aug 2026 Muktamar NU Tetapkan 9 Anggota AHWA, KH Nurul Huda Jazuli Raih Suara Tertinggi 30 Aug 2026 Ribuan Banser dan Pagar Nusa Perketat Pengamanan Muktamar NU 30 Aug 2026 Google Health 5.07 Dirilis, Catat Olahraga Makin Fleksibel 30 Aug 2026 Muktamar NU Memanas Lagi, Masa Tunggu Eks Parpol Diperdebatkan 30 Aug 2026 Kepercayaan pada Fakta Runtuh di Era AI 30 Aug 2026

Palestina Bela Macron dari Serangan Netanyahu Terkait Isu Kemerdekaan

Desi Rossilawati
Senin, 14 April 2025 | 21:45 WIB
Bagikan
Palestina Bela Macron dari Serangan Netanyahu Terkait Isu Kemerdekaan
VISI.NEWS | PALESTINA - Kementerian Luar Negeri Palestina mengecam keras pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan putranya, Yair Netanyahu, yang menghina Presiden Prancis Emmanuel Macron. Kecaman ini muncul menyusul rencana Prancis untuk mengakui secara resmi Negara Palestina dalam konferensi PBB mendatang di New York, Juni 2025. Dalam pernyataan resminya, Kemenlu Palestina menyebut komentar dari Netanyahu sebagai serangan ofensif yang tidak berdasar, dan mencerminkan penolakan nyata Israel terhadap solusi dua negara yang selama ini didukung komunitas internasional. Sebelumnya, Macron dalam wawancara menyebut bahwa pengakuan terhadap Palestina akan dilakukan dalam beberapa bulan ke depan, dengan harapan bisa memicu dukungan timbal balik dari negara-negara Arab terhadap keberadaan Israel. Namun, pernyataan itu memicu reaksi keras dari kelompok kanan Prancis serta Netanyahu dan putranya. Yair bahkan menggunakan kata-kata kasar di media sosial X. “Persetan denganmu!” demikian tulisan Yair di media sosial X ke Macron. Benjamin Netanyahu sendiri menuding Prancis tidak punya hak moral berbicara soal kemerdekaan Palestina, karena menurutnya, negara itu masih menolak memberi kedaulatan pada wilayah jajahan seperti Kaledonia Baru dan Guyana Prancis. Pihak Palestina menilai komentar Netanyahu hanya menunjukkan sikap inkonsisten dan penolakan terus-menerus terhadap solusi damai yang adil. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.