Pakar Ungkap 10 Menteri yang Berpotensi Dievaluasi Prabowo
Presiden Prabowo Subianto./visi.news/ist.
VISI.NEWS | JAKARTA - Wacana perombakan Kabinet Merah Putih yang disebut akan dilakukan Presiden Prabowo Subianto dalam waktu dekat dinilai bukan sekadar pergantian jabatan di lingkungan pemerintahan. Langkah tersebut dipandang sebagai bagian dari proses penguatan kinerja kabinet agar mampu menjawab tantangan pembangunan yang semakin kompleks sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah.
Pakar komunikasi politik Universitas Esa Unggul, Syurya Muhammad Nur, menilai pergantian menteri merupakan mekanisme yang wajar dalam sebuah pemerintahan. Menurutnya, perombakan kabinet dapat menjadi instrumen evaluasi untuk memastikan seluruh jajaran pemerintahan bekerja selaras dengan visi dan agenda strategis Presiden.
"Reshuffle bukan sekadar hukuman politik, melainkan langkah korektif agar mesin pemerintahan berjalan selaras dengan agenda strategis Presiden," ujar Syurya dalam keterangannya dikutip, Senin (8/6/2026).
Menurut dia, fase konsolidasi pemerintahan saat ini menuntut kehadiran menteri yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis dalam menjalankan program, tetapi juga mampu menerjemahkan kebijakan pemerintah kepada masyarakat secara efektif. Dalam situasi ekonomi global yang penuh ketidakpastian, kemampuan komunikasi publik menjadi faktor yang semakin menentukan.
"Sering kali masalah bukan pada substansi kebijakan, melainkan lemahnya kemampuan pejabat menjelaskan arah kebijakan kepada publik. Di era digital, menteri bukan hanya administrator, tetapi juga komunikator publik," tuturnya.
Dalam pandangan Syurya, sejumlah kementerian memiliki tantangan besar yang berpotensi menjadi perhatian dalam proses evaluasi kabinet.
Kementerian yang dinilai menghadapi tantangan besar:
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!