Pahami Etika Penggunaan Lampu Jarak Jauh Demi Keselamatan Berkendara
Editor
Desi Rossilawati
Selasa, 14 Januari 2025 | 23:35 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Lampu jarak jauh atau high beam memiliki peran penting untuk meningkatkan visibilitas, terutama di jalan yang gelap atau minim penerangan. Namun, penggunaannya yang tidak tepat dapat mengganggu dan membahayakan pengemudi lain. Marcell Kurniawan, selaku Training Director Real Driving Center (RDC), menjelaskan bahwa lampu jarak jauh sebaiknya hanya digunakan di jalan yang sepi dan tanpa kendaraan lain di depan atau dari arah berlawanan.
“Lampu jarak jauh berpotensi membuat pengemudi lain kesilauan, yang dikenal dengan efek snow blindness. Dalam kondisi ini, pengemudi bisa kehilangan visibilitas sementara, sehingga sangat berbahaya,” ungkap Marcell, Senin (13/1/2025).
Ketika berpapasan dengan kendaraan lain, lampu jarak jauh harus segera diganti dengan lampu jarak dekat agar tidak menyebabkan efek silau, yang bisa membahayakan konsentrasi pengemudi lain. Jika terpapar lampu jarak jauh, pengemudi disarankan untuk mengalihkan pandangan ke sisi kiri jalan dan fokus pada jalur guna mengurangi dampak silau.
“Alihkan pandangan ke arah kiri jalan dan fokuskan mata pada jalur menggunakan sudut pandang. Ini membantu mengurangi efek silau dan menjaga orientasi kendaraan,” katanya.
Selain itu, pengemudi diingatkan untuk selalu memeriksa indikator lampu jarak jauh di panel instrumen kendaraan mereka.
“Indikator lampu jarak jauh akan menyala di panel instrumen. Pastikan untuk selalu memeriksa apakah lampu tersebut masih aktif atau sudah dimatikan setelah melewati area gelap,” ucap Marcell.
Kesadaran dalam penggunaannya tidak hanya menjaga keselamatan diri sendiri tetapi juga membantu menciptakan lingkungan berkendara yang lebih aman.
“Etika sederhana seperti ini jika diterapkan dengan konsisten, dapat mengurangi risiko kecelakaan di jalan,” kata Marcell. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!