Operasi Katarak Laser Makin Diminati, Ini Bedanya dengan Metode Konvensional

ED
PN
Rabu, 1 Juli 2026 | 09:24 WIB
Bagikan
Operasi Katarak Laser Makin Diminati, Ini Bedanya dengan Metode Konvensional

Metode ini telah digunakan selama puluhan tahun di berbagai negara dan dikenal memiliki tingkat keberhasilan yang sangat tinggi apabila dilakukan oleh dokter spesialis mata yang berpengalaman.

Sementara itu, operasi katarak menggunakan laser Catalys merupakan pengembangan dari metode konvensional melalui teknologi Femtosecond Laser-Assisted Cataract Surgery (FLACS). Pada prosedur ini, sebagian tahapan manual digantikan oleh sistem laser berbasis komputer yang bekerja dengan tingkat akurasi sangat tinggi.

Sebelum operasi dimulai, sistem Catalys terlebih dahulu melakukan pemindaian mata secara tiga dimensi (3D) dan real time. Hasil pemindaian tersebut menghasilkan peta anatomi mata yang sangat rinci sehingga laser dapat menentukan lokasi tindakan secara presisi hingga hitungan mikron.

Teknologi tersebut kemudian digunakan untuk membuat sayatan pada kornea, membuka kapsul lensa, sekaligus melunakkan lensa katarak sebelum diangkat dokter. Karena sebagian pekerjaan telah dilakukan oleh laser, energi ultrasonik yang dibutuhkan untuk menghancurkan lensa menjadi jauh lebih sedikit dibandingkan metode konvensional.

Menurut dr. Nugraha, salah satu keunggulan terbesar teknologi laser terletak pada proses kapsulotomi, yaitu pembuatan bukaan pada kapsul lensa sebelum lensa katarak diangkat.

Pada operasi konvensional, tahapan tersebut dilakukan secara manual sehingga sangat bergantung pada keterampilan dokter. Sebaliknya, laser Catalys mampu menghasilkan bukaan yang berbentuk bulat sempurna dan berada tepat di pusat sumbu penglihatan secara konsisten.

Presisi tersebut menjadi sangat penting, terutama bagi pasien yang memilih menggunakan lensa premium seperti lensa multifokal atau lensa torik. Jenis lensa ini membutuhkan posisi yang benar-benar stabil agar dapat memberikan kualitas penglihatan optimal, baik untuk melihat jarak dekat maupun jauh.

Selain meningkatkan akurasi penempatan lensa tanam, teknologi laser juga membantu memecah lensa katarak menjadi bagian-bagian kecil sebelum proses penyedotan dilakukan. Kondisi ini membuat dokter hanya memerlukan energi ultrasonik dalam jumlah minimal sehingga mengurangi trauma pada jaringan mata.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.