Oma-oma "Rank'ers Putri Maria" Berkreasi Musik dengan Instrumen "Rangkas"
Meskipun irama musik dari barang-barang bekas kemasan cat, galon air mineral, potongan drum, botol minuman, kentongan, ember dan sebagainya itu bisa mengiringi berbagai genre lagu, Niniek menegaskan, sebagai musik perkusi beatnya tetap dengan irama mars.
Kelompok musik "Rangk'ers Putri Maria", kemudian memainkan alunan beberapa lagu, di antaranya mars SD Putri Santa Maria yang menjadi kebanggaan para alumni SD yang kala itu para siswanya terdiri dari anak-anak perempuan. Anggota kelompok musik
"Rangk'ers Putri Maria" saat ini tercatat sebanyak 23 orang alumni SD Putri Santa Maria tahun 1973-1974. Selain alumni SD yang tinggal di Kota Solo, terdapat beberapa orang anggota saat ini bermukim di Jakarta dan kota lain.
Kelompok musik "Rangk'ers Putri Maria" berlatih secara rutin seminggu sekali, pada setiap Sabtu siang sekitar 2 - 3 jam. Selain personel yang memainkan instrumen musik, beberapa personel merupakan pendukung vokal.
"Namun karena ada anggota di luar kota, jumlah personel yang aktif setiap latihan rata-rata 17 orang. Meskipun kelompok ini berdiri sejak 21 September 2021, baru bulan November 2022 ini diresmikan dengan pentas di car free day," tutur Niniek menjelaskan.
Seluruh personel "Rangk'ers Putri Maria" menyatakan, dari bermusik dengan instrumen barang bekas yang sederhana mereka merasakan kebanggaan dan kebahagiaan di usia tua.
Kelompok tersebut menggunakan motto "4-G", yaitu gayeng, guyub, guna, dan gemati yang maknanya menyenangkan, kompak, bermanfaat, dan merawat dengan penuh kasih dalam menjaga kekompakan.
Selain pementasan dalam even tertentu, kelompok musik lanjut usia dengan instrumen musik barang bekas itu juga mengunggah karya musik mereka di kanal YouTube "Rangk’ers Putri Maria." @tok
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!