Ojol Menangis Saat Motornya Ditertibkan Dishub
Seorang pengemudi ojol bernama Sulis saat memohon kepada Sudinhub Jakarta Timur agar motornya tidak diangkut oleh mobil derek, Rabu (17/6/2026)./visi.news/tangkap layar akun Instagram @gobekasi_official.
VISI.NEWS | JAKARTA - Video seorang pengemudi ojek online (ojol) bernama Sulis Agung Wibowo yang menangis dan memohon kepada petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Jakarta Timur saat sepeda motornya ditertibkan viral di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur, pada Rabu (17/6/2026).
Dalam video yang beredar, Sulis berusaha menghentikan petugas setelah mengetahui sepeda motornya telah diangkut ke atas mobil derek karena diparkir di lokasi yang dilarang.
"Saya pengen nyari duit, Pak. Belum penglaris sama sekali dari pagi jam 6 saya keluar, baru ini, Pak!" ujar Sulis dalam video yang beredar.
Ia menjelaskan bahwa sepeda motor tersebut merupakan sarana utama untuk bekerja sebagai pengemudi ojek online dan memenuhi kebutuhan keluarganya.
"Tolong... tolong Pak, tolong! Saya butuh uang, anak saya sekolah, saya butuh makan, tolong, Pak!" katanya.
Sulis juga mengaku tidak memiliki biaya untuk menyewa kendaraan pengganti apabila motornya dibawa petugas.
"Rumah saya di Bekasi. Saya enggak punya duit buat sewa motor. Tarik aja, Bang, ada kebijakan? Tolong, Pak!" ucapnya.
Meski Sulis terus memohon, petugas tetap melanjutkan proses penertiban karena kendaraan tersebut telah lebih dahulu diangkut ke atas mobil derek.
Kepala Seksi Pengendalian Operasional (Kasie Dalops) Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur, Emiral August Dwinanto, mengatakan kendaraan Sulis ditertibkan karena diparkir di area yang dilarang.
"Motornya itu diangkut di atas truk karena terjaring penertiban. Dia parkir di atas trotoar," kata Emiral saat dikonfirmasi, Sabtu (20/6/2026).
Menurut Emiral, setelah penertiban dilakukan, Sulis diminta mengikuti petugas ke Kantor Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur untuk menyelesaikan proses administrasi.
"Setelah di Sudin itu, pengemudi ojol menulis surat pernyataan bahwa dia tidak akan mengulangi lagi," ujar Emiral.
Ia menambahkan, setelah surat pernyataan ditandatangani, kendaraan tersebut langsung dikembalikan kepada pemiliknya pada hari yang sama.
"Hari itu juga motornya diserahkan lagi, enggak ditahan," katanya.
Sementara itu, Sulis mengakui dirinya melakukan pelanggaran dengan memarkirkan sepeda motor di lokasi yang tidak semestinya. Ia juga membenarkan bahwa motornya telah dikembalikan tanpa dikenakan biaya.
"Saya mengakui salah karena parkir tidak pada tempatnya. Saya ikut ke kantor Sudinhub Jakarta Timur, menandatangani surat pernyataan, dan motor saya langsung bisa dibawa pulang pada hari itu juga tanpa biaya apa pun. Saya juga berjanji tidak akan mengulangi lagi," ujar Sulis.
Viralnya video tersebut memunculkan beragam tanggapan dari masyarakat. Sebagian warganet menyampaikan simpati terhadap kondisi ekonomi Sulis, sementara sebagian lainnya menilai penertiban tetap perlu dilakukan untuk menjaga ketertiban lalu lintas dan hak pejalan kaki yang menggunakan trotoar.
Menanggapi polemik yang berkembang, Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur, Harlem Simanjuntak, bersama jajarannya mendatangi kediaman Sulis pada Sabtu (20/6/2026).
Dalam pertemuan tersebut, pihak Sudinhub menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang muncul di masyarakat sekaligus memberikan penjelasan mengenai kronologi penertiban yang terjadi.
"Kami memohon maaf atas kegaduhan yang timbul di masyarakat. Pertemuan ini kami lakukan untuk menjelaskan kronologi yang sebenarnya sekaligus menyampaikan langsung kepada Pak Sulis bahwa kejadian ini menjadi bahan evaluasi bagi kami agar pelaksanaan penertiban ke depan dapat berjalan lebih baik lagi," ujar Harlem.
Harlem menegaskan bahwa penertiban dilakukan karena kendaraan diparkir di atas trotoar dan bukan di area parkir yang diperbolehkan. Menurutnya, penegakan aturan tersebut diperlukan untuk menjaga fungsi trotoar sebagai ruang yang aman dan nyaman bagi pejalan kaki.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!