Nyeri Punggung Kronis Bisa Dikurangi dengan Jalan Kaki, Ini Penjelasannya
Editor
Desi Rossilawati
Rabu, 25 Juni 2025 | 00:00 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Studi terbaru yang diterbitkan dalam JAMA Network Open mengungkap bahwa berjalan kaki setidaknya 100 menit setiap hari dapat menurunkan risiko mengalami nyeri punggung bawah kronis hingga 23 persen. Temuan ini berasal dari penelitian yang dilakukan oleh tim dari Norwegian University of Science and Technology dan melibatkan lebih dari 11.000 partisipan dewasa di Norwegia.
Dikutip dari Medical News Today, Minggu (22/6/2025), para peneliti menganalisis data dari studi Trøndelag Health (HUNT) yang berlangsung sejak 2017 hingga 2023. Para peserta awalnya tidak memiliki riwayat nyeri punggung kronis dan dilacak aktivitas fisiknya, terutama durasi serta intensitas berjalan kaki.
Peneliti utama, Rayane Haddadj, menyatakan bahwa peningkatan durasi berjalan kaki harian, bahkan secara moderat, berkaitan dengan penurunan risiko nyeri punggung.
“Hasil Studi kami menunjukkan bahwa semakin banyak seseorang berjalan kaki, semakin rendah risikonya mengalami nyeri punggung kronis, hingga batas sekitar 100 menit per hari,” ujar Haddadj.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa sekitar 619 juta orang di seluruh dunia mengalami nyeri punggung bawah pada tahun 2020, dan angka ini diperkirakan naik menjadi 843 juta pada 2050. Karena itu, identifikasi faktor risiko yang dapat dimodifikasi, seperti gaya hidup tidak aktif, sangat penting dalam upaya pencegahan.
Menurut studi ini, selain volume jalan kaki, intensitas juga berpengaruh, meskipun tidak sebesar durasi.
“Oleh karena itu, jalan kaki lebih banyak bisa menjadi cara yang sederhana, tetapi ampuh untuk mengurangi risiko nyeri punggung bawah kronis dan penyakit lainnya,” tambah Haddadj.
Namun, Dr. Neel Anand, ahli ortopedi dari Cedars-Sinai Spine Center, mengingatkan bahwa berjalan kaki tidak serta-merta mencegah nyeri punggung sepenuhnya.
“Berjalan tidak mencegah nyeri punggung. Berjalan membantu Anda mengatasi nyeri punggung, dan itu benar terjadi,” kata Anand.
Meski begitu, ia menyetujui bahwa aktivitas fisik secara umum penting untuk memperbaiki kondisi kesehatan.
Studi ini menambah bukti kuat bahwa gaya hidup aktif memberikan dampak signifikan terhadap kesehatan tulang belakang.
“Dalam kata-kata WHO: 'Setiap gerakan berarti untuk kesehatan yang lebih baik.'," pungkas Haddadj. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!