Nurul Arifin Minta Pemerintah Ambil Langkah Konkret Hadapi Konflik Israel-Iran
Editor
Desi Rossilawati
Kamis, 26 Juni 2025 | 18:19 WIB
VISI.NEWS | JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI, Nurul Arifin, mendesak pemerintah agar menyiapkan langkah konkret dalam merespons potensi dampak dari konflik Israel-Iran yang kian memanas. Menurutnya, Indonesia harus lebih aktif mendorong upaya gencatan senjata melalui peran strategisnya di berbagai forum internasional.
"Paling tidak di ASEAN misalnya negara-negara Islam di dunia dan juga di PBB," ujar Nurul dalam diskusi 'Dialektika Demokrasi' di Kompleks Parlemen, Kamis (26/6/2025).
Politisi Fraksi Partai Golkar itu juga mengingatkan pentingnya diplomasi kemanusiaan dalam membantu mengakhiri konflik. Ia menegaskan bahwa konstitusi Indonesia jelas menolak segala bentuk penjajahan.
"Kita tidak ingin ada penjajahan dan peperangan di muka bumi ini begitu paling tidak menyediakan bantuan dan perlindungan terhadap warga sipil terdampak perang," tegasnya.
Selain di ranah internasional, Nurul menekankan pentingnya mitigasi di dalam negeri, mulai dari menjaga stabilitas harga energi hingga mengantisipasi penyebaran ekstremisme di ruang digital.
Ia menilai, dampak konflik harus disuarakan secara luas oleh seluruh elemen masyarakat, baik politisi, aktivis, maupun media.
"Setiap individu yang konsern pada perdamaian di muka bumi ini seharusnya selayaknya lah kita menyuarakan dampak dari perang itu seperti apa," ujarnya.
Sebagai bagian dari lembaga legislatif, Nurul menyebut DPR akan memperkuat diplomasi parlemen dan mengawasi langkah pemerintah dalam merespons dinamika global. Ia yakin Presiden Prabowo Subianto sangat peka terhadap isu-isu kemanusiaan.
"Pasti juga pemerintah sudah bersiap-siap apalagi kita tahu bahwa Presiden Prabowo Subianto sekali lagi sangat-sangat responsif terhadap isu-isu dan kejadian-kejadian seperti ini," imbuhnya.
Di bagian lain, Nurul menyoroti perlunya kesiapan pemerintah dalam mengevakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) dari wilayah konflik. Ia meminta Kementerian Luar Negeri dan otoritas terkait untuk terus siaga.
Nurul menyatakan dukungan penuh Komisi I terhadap kebijakan luar negeri Indonesia yang bebas aktif serta menjunjung tinggi keadilan sosial global. Ia pun berharap solusi damai yang diusulkan Indonesia bisa berjalan berkelanjutan, bukan sekadar gencatan senjata jangka pendek.
"Jangan ada lagi lah perang mungkin wajah kita sekarang di balikan sedikit ke perang Iran dan Israel padahal saudara-saudara kita yang di Gaza itu yang belum punya penyelesaian masalah dan perang terus masih dipelihara di sana," pungkas Nurul. @givary
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!