Nojorono Kudus Buka Kompetisi Fotografi “Berkarya Lewat Lensa”
VISI.NEWS – Memasuki usia ke-94 tahun, Nojorono Kudus kembali menghadirkan ruang kreativitas bagi insan media melalui kompetisi fotografi bertajuk “Berkarya Lewat Lensa”. Kegiatan ini menjadi kelanjutan dari upaya perusahaan memberikan ruang apresiasi dan inspirasi bagi jurnalis setelah sebelumnya menghadirkan program “Tinta Inspirasi” melalui karya tulis.
Dalam kompetisi tahun ini, Nojorono Kudus menggandeng Pewarta Foto Indonesia (PFI) untuk mengajak peserta mengabadikan cerita melalui perspektif visual yang autentik.
Mengusung tema “Menjaga Warisan, Selaras Dengan Waktu”, kompetisi tersebut memberikan ruang bagi peserta untuk menerjemahkan makna warisan, perubahan, serta keberlanjutan melalui karya fotografi.
Tema tersebut juga menjadi tantangan bagi peserta untuk tidak sekadar menghasilkan foto yang menarik secara visual, tetapi mampu menyampaikan cerita dan pesan melalui sebuah bingkai.
Kompetisi “Berkarya Lewat Lensa” terbuka dalam dua kategori kepesertaan.
Kategori pertama adalah Jurnalis, yang diperuntukkan bagi pewarta foto dan seluruh insan pers. Sementara kategori kedua adalah Umum, yang dapat diikuti citizen journalist maupun masyarakat umum.
Pembagian kategori tersebut memberikan kesempatan lebih luas kepada berbagai kalangan untuk mengekspresikan perspektifnya melalui fotografi.
Peserta tidak hanya dituntut menguasai teknik fotografi, tetapi juga mampu membangun narasi visual yang sesuai dengan tema kompetisi.
Dengan demikian, kekuatan sebuah karya tidak semata-mata ditentukan oleh kualitas teknis kamera maupun komposisi gambar, tetapi juga bagaimana fotografer menangkap realitas dan mengubahnya menjadi cerita visual.
Ketua Umum Pewarta Foto Indonesia Dwi Pambudo mengatakan, penilaian dalam kompetisi tersebut tidak akan dibatasi pada aspek teknis fotografi.
Kemampuan peserta dalam menerjemahkan tema menjadi bagian penting dalam penilaian karya.
“Selama ini rekan-rekan jurnalis dan pewarta foto terbiasa menghadirkan karya yang berangkat dari peristiwa dan fakta. Melalui kompetisi ini, kami ingin membuka ruang yang lebih luas bagi mereka untuk mengeksplorasi sudut pandang, kreativitas, dan kekuatan visual dalam bercerita, tanpa meninggalkan nilai jurnalistik yang menjadi identitas utama karya mereka,” ujar Dwi.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa fotografi dalam kompetisi ini ditempatkan bukan hanya sebagai produk visual, melainkan sebagai medium untuk menyampaikan informasi dan cerita.
Fotografer ditantang menemukan sudut pandang yang mampu membuat sebuah objek atau peristiwa memiliki makna lebih luas ketika dilihat melalui lensa kamera.
Corporate Communication PT Nojorono Tobacco International Eliza Susanto mengatakan, kreativitas menjadi salah satu elemen penting dalam menghasilkan cerita yang kuat.
Menurut dia, kebebasan dalam mengeksplorasi perspektif visual dapat melahirkan karya yang tidak hanya menarik secara estetika, tetapi juga memiliki kekuatan dalam menyampaikan pesan.
“Kami percaya bahwa cerita yang kuat lahir dari kebebasan bereksplorasi, dan kreativitas visual merupakan kunci penting dalam menyampaikan warta masa kini. Melalui ruang eksplorasi ini, kami berharap lahir karya-karya fotografi yang tidak hanya mengasah aspek teknis, tetapi juga memperkaya narasi jurnalistik Indonesia,” ujar Eliza.
Kompetisi tersebut sekaligus menjadi ruang bagi insan pers untuk melihat sebuah cerita dari sudut pandang yang lebih luas.
Di tengah perkembangan media digital, foto memiliki peran penting dalam membangun konteks dan memperkuat informasi. Sebuah foto yang kuat dapat menjadi pintu masuk bagi pembaca untuk memahami peristiwa, lingkungan, budaya, maupun dinamika kehidupan masyarakat.
Eliza menambahkan, penyelenggaraan “Berkarya Lewat Lensa” juga merupakan bentuk apresiasi Nojorono Kudus kepada insan pers.
Menurut dia, perjalanan perusahaan hingga memasuki usia ke-94 tahun tidak terlepas dari peran media yang selama ini menjadi salah satu mitra strategis.
“Perjalanan Nojorono menuju usia satu abad tak lepas dari peran rekan-rekan media sebagai mitra strategis kami. Kami mengucapkan terima kasih yang tulus atas dukungan serta sinergi positif yang terus terjalin hingga saat ini,” kata Eliza.
Apresiasi tersebut menjadi bagian dari hubungan yang telah terjalin antara perusahaan dan media.
Melalui kompetisi fotografi, hubungan tersebut tidak hanya diwujudkan dalam kegiatan publikasi, tetapi juga melalui pemberian ruang bagi jurnalis dan masyarakat untuk mengembangkan kreativitas serta kemampuan bercerita secara visual.
Tema “Menjaga Warisan, Selaras Dengan Waktu” menjadi pesan utama yang harus diterjemahkan peserta ke dalam karya masing-masing.
Warisan dalam konteks tersebut dapat dimaknai secara luas, mulai dari budaya, tradisi, lingkungan, nilai-nilai kehidupan, karya manusia, hingga berbagai hal yang terus dipertahankan di tengah perubahan zaman.
Sementara itu, frasa “selaras dengan waktu” membuka ruang bagi peserta untuk melihat bagaimana warisan tersebut beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Perspektif tersebut membuat kompetisi tidak hanya berorientasi pada objek fotografi, tetapi juga pada kemampuan peserta menemukan hubungan antara masa lalu, kondisi saat ini, dan perubahan yang terjadi di masa depan.
Kekuatan fotografi kemudian terletak pada kemampuan mengemas hubungan tersebut menjadi sebuah cerita yang dapat dipahami oleh penikmat foto.
Kehadiran “Berkarya Lewat Lensa” memperluas ruang partisipasi fotografi dengan mempertemukan kalangan profesional media dan masyarakat umum.
Bagi jurnalis, kompetisi ini dapat menjadi ruang untuk mengeksplorasi pendekatan visual di luar rutinitas peliputan sehari-hari. Sementara bagi citizen journalist dan masyarakat umum, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk menyampaikan perspektif mengenai lingkungan dan realitas di sekitarnya.
Dengan melibatkan dua kategori peserta, Nojorono Kudus dan PFI berharap muncul beragam interpretasi terhadap tema yang diangkat.
Keragaman perspektif tersebut sekaligus berpotensi menghasilkan dokumentasi visual yang memperlihatkan bagaimana masyarakat memandang warisan dan perubahan dari sudut yang berbeda.
Informasi lebih lanjut mengenai rangkaian kegiatan “Berkarya Lewat Lensa” dapat diperoleh melalui akun Instagram resmi Nojorono Kudus dan Pewarta Foto Indonesia.
Masyarakat dan insan media dapat mengikuti informasi kegiatan melalui akun @nojoronokudus dan @pewartafotoindonesia.
Melalui kompetisi tersebut, Nojorono Kudus berharap fotografi dapat menjadi medium untuk merawat cerita, merekam perubahan, sekaligus memberikan perspektif baru mengenai berbagai warisan yang tetap relevan di tengah perkembangan zaman.
Memasuki usia ke-94 tahun dan menuju perjalanan satu abad, Nojorono Kudus menempatkan “Berkarya Lewat Lensa” sebagai salah satu bentuk apresiasi sekaligus ruang kolaborasi kreatif bersama insan pers dan masyarakat.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!