Noboa Terancam Dibunuh Usai Menang Pemilu Ekuador
Editor
Desi Rossilawati
Sabtu, 19 April 2025 | 21:15 WIB
VISI.NEWS | EKUADOR - Ekuador tengah berada dalam kondisi siaga tertinggi setelah muncul laporan intelijen yang menyebut adanya rencana pembunuhan terhadap Presiden terpilih Daniel Noboa.
Noboa yang baru saja memenangkan pemilu putaran kedua pada 13 April lalu kini menghadapi ancaman serius terhadap keselamatannya. Laporan yang bocor di media sosial menyebut adanya kelompok pembunuh yang masuk dari Meksiko dan negara lain, diduga tengah merancang aksi teror untuk menyasar Noboa.
Pemerintah Ekuador mengecam keras ancaman ini dan menyatakan seluruh negara dalam 'keadaan siaga maksimum'. Meski belum menyebutkan pihak tertentu secara eksplisit, pemerintah menuding kubu yang kalah sebagai dalang di balik dugaan rencana serangan tersebut.
Sementara itu, Luisa Gonzalez, pesaing utama Noboa dalam pemilu, menuduh adanya kecurangan besar-besaran selama proses pemilihan. Tuduhan itu ditolak oleh komisi pemilihan nasional serta pengamat internasional yang memastikan jalannya pemilu berlangsung sah dan adil.
Namun demikian, ketegangan meningkat lantaran hingga saat ini Meksiko dan Kolombia belum mengakui kemenangan Noboa. Bahkan Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, secara terbuka mendukung Gonzalez.
Daniel Noboa dijadwalkan resmi dilantik pada 24 Mei mendatang. Ia akan memimpin Ekuador di tengah situasi negara yang kian genting akibat maraknya kekerasan dan instabilitas politik. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!