Indonesia Perkuat Keterampilan dan Perlindungan Pekerja Hadapi Perubahan Dunia Kerja 25 Aug 2026 Bantu Padamkan Karhutla, Ilmuwan RI Temukan Pemadam Api dari Singkong 25 Aug 2026 1.356 Knalpot Brong Hasil Razia di Majalengka Bakal Disulap Jadi Monumen Maung 25 Aug 2026 Polri Salurkan Logistik dan Oksigen untuk Penanganan Karhutla 25 Aug 2026 Chelsea Menang 3-2 atas Fulham dalam Drama Lima Gol 25 Aug 2026 Uzbekistan Bidik Pusat Keuangan Digital Asia Tengah 25 Aug 2026 Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan akibat Karhutla Berulang di Kalimantan 25 Aug 2026 Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,768 Juta per Gram 25 Aug 2026 Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Indonesia Perkuat Keterampilan dan Perlindungan Pekerja Hadapi Perubahan Dunia Kerja 25 Aug 2026 Bantu Padamkan Karhutla, Ilmuwan RI Temukan Pemadam Api dari Singkong 25 Aug 2026 1.356 Knalpot Brong Hasil Razia di Majalengka Bakal Disulap Jadi Monumen Maung 25 Aug 2026 Polri Salurkan Logistik dan Oksigen untuk Penanganan Karhutla 25 Aug 2026 Chelsea Menang 3-2 atas Fulham dalam Drama Lima Gol 25 Aug 2026 Uzbekistan Bidik Pusat Keuangan Digital Asia Tengah 25 Aug 2026 Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan akibat Karhutla Berulang di Kalimantan 25 Aug 2026 Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,768 Juta per Gram 25 Aug 2026 Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026

NGOPI (NGOBROL PINTAR) | Sistem Proporsional Tertutup, Top! 

ED
Rabu, 14 Juni 2023 | 06:16 WIB
Bagikan
NGOPI (NGOBROL PINTAR) | Sistem Proporsional Tertutup, Top! 
Oleh Deden Suwandi

BESOK, Kamis (15/6/2023), menurut rencana Mahkamah Konstitusi (MK) akan memutus sidang perkara gugatan Undang-Undang Pemilu terkait penolakan sistem proporsional terbuka. Putusan tersebut bakal menentukan apakah sistem pemilu tetap terbuka atau kembali tertutup seperti di era Orde Baru.

Apa terbuka dan tertutup, penulis berharap tentu ingin secara tertutup. Karena dengan sistem tertutup pengurus-pengurus partai dapat lebih diberdayakan, apalagi pengurus yang potensial. Sehingga partai menjadi lebih besar kedepannya.

Melalui sistem tertutup pengurus-pengurus dan kader-kader partai akan mendapat kesempatan yang lebih besar dan bekerja lebih serius secara militan dalam upaya membesarkan partainya.

Bukan seperti kader instan, yang belum begitu paham dengan tujuan dan garis cita-cita partainya (platform). Tentu dengan tertutup partai-partai akan tumbuh secara terkoordinir dan lebih solid.

Selain itu, sistem pemilu tertutup bakal mengurangi resiko money politic dan memperkuat, memperjelas kader-kader partai.

Serta tidak mudah menjadi kader-kader kutu loncat (oportunis) mudah pindah-pindah ke partai lainnya. Selain pengurus dan kader partai lebih seriius bekerja dan lebih loyal dan mencintai partainya. Sehingga pengkaderan dan pemahaman partai politik dan pengstruktural partai lebih baik, berkelanjutan.

Catatan akhir. Sistem proposional tertutup lebih top, kaderisasi oleh partai. Jadi tidak dikendalikan oligarki dengan money politics.***

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.