"Ngaji" Bab Olah Pesantren dari Kiai Agus Malik di Ponpes At Taslim Citiis Pangalengan

ED
Sabtu, 3 Juni 2023 | 04:51 WIB
Bagikan
"Ngaji" Bab Olah Pesantren dari Kiai Agus Malik di Ponpes At Taslim Citiis Pangalengan

VISI.NEWS | PANGALENGAN  - Hari Kamis (1/6/2023) lalu, penulis berkesempatan mengunjungi ke salah satu pesantren di Kampung Citiis, Desa Warnasari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Pesantren itu At Taslim, jaraknya 2 jam perjalanan dari Baleendah, 34 km dari Gerbang Tol Soroja ke arah paling selatan, dimana pesantren ini posisinya, hanya dibatasi oleh bukit untuk masuk ke wilayah lainnya yakni Kecamatan Ciwidey.

Pesantren At Taslim berdiri pada tahun 2006, dimana Kiai Agus Malik, atau biasa di sebut Mama Citiis, saat itu dihadapkan pada kondisi daerah yang sedang dalam krisis aqidah, ekonomi, dan pendidikan.

Kiai Agusdi minta menetap di wilayah Citiis oleh gurunya, K.H. Asep Sholihin bin K.H. Komarudin (Mama Citiwu) dari pesantren At Taslim Ula di Ciwidey.

Keberadaan Pesantren At Taslim ini mampu memberikan penguatan pemahaman aqidah, dan bisa mengembalikan keyakinan yang sempat tergerus oleh adanya upaya pemurtadan yang sempat mencuat di tahun 2001 hingga 2008 di daerah tersebut, yang hampir menjerat penduduk satu Kampung Citiis ini beralih keyakinan asal mereka karena faktor ekonomi.

Pesantren At Taslim merupakan Pesantren yang unik, dimana peran pendirinya sangat kental dengan peran pesantren sebagai soko guru cahaya ilmu, yang mengandalkan sikap ketulusan dan konsisten memerangi kebodohan dengan memberikan pendidikan gratis untuk setiap jenjang pendidikan yang ada di sana, baik dari mulai tingkat Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan SMA, bahkan sekarang sedang dikembangkan Perguruan Tinggi (PT). Untuk pesantrennya sendiri sekarang santri yang mukim sebanyak 100 orang.

Fasilitas ruang pendidikan sudah ada dua bangunan RA dan satu ruang guru, MI dengan 6 lokal ruangan dan satu ruang guru, dan MTs nya sendiri ada 3 ruang MTs, serta satu ruang guru. Sedangkan untuk Ruang SMA, masih menempel dengan ruang yang ada.

Sedangkan pesantrennya sendiri memiliki 4 kobong bagi santri mukim putra, dan sebanyak 8 kobong untuk santri putri, dan satu ruang guru, fasilitas lainnya di sana, terdapat masjid, dan Balai Latihan Kerja (BLK) komunitas dengan spesialisasi pengolahan kopi, dan pelatihan Barista yang bisa di pelajari para santrinya.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.