Nengah Senantara Pertanyakan Kualitas Operasional Koperasi Merah Putih di Daerah

Desi Rossilawati
Rabu, 19 November 2025 | 15:51 WIB
Bagikan
Nengah Senantara Pertanyakan Kualitas Operasional Koperasi Merah Putih di Daerah

VISI.NEWS | JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR RI, Nengah Senantara, menyoroti kualitas operasional Koperasi Merah Putih yang dinilai masih belum dipahami secara menyeluruh oleh masyarakat di daerah.

Hal tersebut ia sampaikan dalam rapat bersama kementerian Koperasi, Selasa (18/11/2025), ketika membahas perkembangan pembentukan koperasi nasional tersebut.

Menurut Nengah, pembangunan sebuah usaha tidak hanya bergantung pada kuantitas, tetapi juga harus memastikan kualitas yang memadai.

Ia mengapresiasi capaian pelaporan pembentukan Koperasi Merah Putih yang telah mencapai lebih dari 82 ribu unit. Namun, ia menilai kualitas pemahaman dan implementasinya di lapangan masih menjadi persoalan.

“Kalau kita membangun usaha tentu bukan hanya kuantitas yang kita kejar, tetapi kualitas. Secara jumlah saya apresiasi, tetapi dari sisi kualitas koperasi yang benar-benar praktik masih perlu dipertanyakan,” ujar Nengah.

Politisi Partai Nasdem tersebut mengungkapkan, dalam kegiatan reses di daerah pemilihannya di Bali dua minggu sebelumnya, terdapat kepala desa yang masih belum memahami konsep dan operasional Koperasi Merah Putih. Kondisi ini menimbulkan kebingungan di tengah keberadaan berbagai lembaga keuangan desa lainnya.

Nengah menjelaskan bahwa di Bali sudah terdapat beberapa institusi finansial desa, seperti Lembaga Perkreditan Desa (LPD), koperasi banjar, hingga BUMDes.

Kehadiran Koperasi Merah Putih menjadi pertanyaan tersendiri karena sumber pendanaannya dinilai berasal dari alokasi yang sama, yakni APBN melalui mekanisme berbeda.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.