Negosiasi Wilayah Rusia–Ukraina Berlangsung Tegang di Tengah Ancaman Krisis Energi
Situasi di lapangan semakin memperumit upaya diplomasi. Kepala perusahaan listrik swasta terbesar Ukraina, Maxim Timchenko, memperingatkan dampak serius serangan terhadap sektor energi.
“Situasi ini mendekati bencana kemanusiaan. Ukraina membutuhkan gencatan senjata yang menghentikan serangan terhadap infrastruktur energi,” ujar Timchenko kepada Reuters.
Rusia, di sisi lain, tetap menegaskan tuntutan agar Ukraina menyerahkan seluruh wilayah Donbas sebagai syarat utama penghentian konflik. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyebut tuntutan tersebut tidak bisa ditawar.
“Ini adalah syarat yang sangat penting bagi Rusia,” kata Peskov.
Zelenskiy menolak tuntutan itu dan menegaskan Ukraina tidak akan menyerahkan wilayah yang gagal dikuasai Rusia selama hampir empat tahun perang. Sikap ini sejalan dengan hasil jajak pendapat yang menunjukkan minimnya dukungan publik Ukraina terhadap konsesi wilayah.
Meski Moskow menyatakan terbuka pada solusi diplomatik, Rusia menegaskan akan terus menggunakan jalur militer selama kesepakatan belum tercapai. Sementara itu, Ukraina terus mendorong jaminan keamanan dari Barat sebagai bagian dari kesepakatan damai untuk mencegah agresi ulang di masa depan. @kanaya
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!