Nataru 2025/2026, KAI Angkut 2,7 Juta Ton Batu Bara

ED
Jumat, 9 Januari 2026 | 10:55 WIB
Bagikan
Nataru 2025/2026, KAI Angkut 2,7 Juta Ton Batu Bara

VISI.NEWS | JAKARTA - Di balik gemerlap libur Natal dan Tahun Baru, ketika rumah penuh cahaya, pusat perbelanjaan ramai, dan aktivitas masyarakat meningkat, ada satu peran senyap yang bekerja tanpa henti: menjaga pasokan energi tetap mengalir. PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan hal itu melalui layanan angkutan logistik yang andal selama masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Pada periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, KAI mengangkut total 3.286.530 ton barang. Dari jumlah tersebut, 2.733.587 ton merupakan batu bara untuk pembangkit listrik, yang menjadi tulang punggung pasokan energi di berbagai wilayah, khususnya Jawa dan Bali, saat konsumsi listrik meningkat signifikan.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa kelancaran distribusi batu bara selama Nataru berperan langsung dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional.

“Libur panjang identik dengan meningkatnya aktivitas rumah tangga, pariwisata, hingga sektor usaha. Ketersediaan listrik yang stabil menjadi kunci agar semua itu berjalan nyaman. KAI berkomitmen memastikan distribusi energi primer tetap lancar melalui layanan logistik yang terukur dan andal,” ujar Anne.

Menurutnya, moda kereta api memiliki keunggulan pada kapasitas angkut besar, ketepatan jadwal, serta tingkat keselamatan yang tinggi, sehingga mampu menjadi tulang punggung distribusi komoditas strategis seperti batu bara. Hal ini memberikan kepastian pasokan bagi pembangkit listrik untuk beroperasi sesuai kebutuhan masyarakat dan industri.

Selain batu bara, selama masa Nataru KAI juga mengangkut berbagai komoditas penting lainnya seperti semen, pupuk, bahan bakar, dan barang konsumsi. Distribusi ini menopang sektor konstruksi, pertanian, industri, serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di berbagai daerah.

“Kami mengelola operasional angkutan barang dengan standar keselamatan dan keandalan yang sama tingginya seperti layanan penumpang. Meski mobilitas masyarakat meningkat, layanan logistik tetap berjalan stabil berkat koordinasi lintas daerah dan kesiapan sarana,” tambah Anne.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.