IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026

Nataru 2024-2025: Jasa Marga Tak Berikan Diskon untuk Tarif Tol

Desi Rossilawati
Rabu, 11 Desember 2024 | 18:00 WIB
Bagikan
Nataru 2024-2025: Jasa Marga Tak Berikan Diskon untuk Tarif Tol

Direktur Utama Hutama Karya, Budi Harto, menyatakan, diskon tarif tol ini pun memerlukan kesepakatan bersama dengan ATI.

“Diskon tarif tol juga memerlukan kesepakatan bersama dengan ATI, seperti yang disampaikan oleh Bapak Subakti.” lanjutnya.

Salah satu alasan BUJT menerapkan diskon tarif tol adalah untuk mengurangi kemacetan di gerbang tol, terutama selama puncak pergerakan arus mudik atau libur panjang.

Kementerian Perhubungan mencatat bahwa diperkirakan ada sekitar 110,67 juta orang yang akan melakukan perjalanan selama libur Nataru, dengan sekitar 53,78 persen atau 59,52 juta di antaranya menggunakan kendaraan pribadi, terdiri dari 39,2 juta mobil dan 19,6 juta motor.

Sisa pergerakan akan menggunakan moda transportasi lain seperti bus, kereta api, pesawat, dan kapal penyeberangan. @desi

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.