Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026

Nasim Khan Usulkan KAI Sediakan Gerbong Khusus Merokok di Kereta Jarak Jauh

Desi Rossilawati
Rabu, 20 Agustus 2025 | 18:37 WIB
Bagikan
Nasim Khan Usulkan KAI Sediakan Gerbong Khusus Merokok di Kereta Jarak Jauh
VISI.NEWS | JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR RI, Nasim Khan, mengusulkan agar PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyediakan satu gerbong khusus untuk area merokok di kereta jarak jauh. Usulan tersebut ia sampaikan dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (20/8/2025). Menurut Nasim, keberadaan gerbong khusus merokok akan memberikan solusi bagi penumpang yang menempuh perjalanan panjang, sekaligus menguntungkan pihak KAI. Ia menyebut, sebelumnya KAI pernah memiliki gerbong kafe yang juga difungsikan sebagai area merokok, namun kemudian dihapuskan. “Sisakan satu gerbong untuk kafe, untuk ngopi, paling tidak di situ jadi smoking area. Saya yakin itu pasti bermanfaat dan menguntungkan buat kereta api,” ujar Nasim dalam rapat. Legislator Fraksi PKB itu menilai, perjalanan kereta jarak jauh yang bisa mencapai delapan jam membuat sebagian penumpang merasa bosan. Ia kemudian membandingkan dengan moda transportasi bus yang menurutnya menyediakan smoking area meskipun menempuh perjalanan panjang. “Di bus saja, perjalanan 8 sampai 10 jam ada smoking area. Masa kereta sepanjang itu tidak ada. Satu gerbong saja saya yakin bisa,” tambahnya. Nasim menegaskan bahwa usulan tersebut merupakan aspirasi masyarakat, khususnya dari Jawa Timur, yang menurutnya banyak menyuarakan kebutuhan ruang merokok di dalam kereta. “Ini aspirasi masyarakat Jawa Timur. Nilai kemanusiaan juga bisa diterima, jadi harap dipertimbangkan,” tuturnya. Hingga kini, KAI belum memberikan tanggapan resmi terkait usulan penyediaan gerbong khusus merokok tersebut. @givary

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.