Nasim Khan Soroti Impor Gula Rafinasi dan Holding PTPN
Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Nasim Khan./visi.news/ist.
VISI.NEWS | JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Nasim Khan, menyoroti persoalan impor gula rafinasi serta rencana penggabungan sejumlah BUMN gula ke dalam holding PT Perkebunan Nusantara.
Nasim menegaskan bahwa pembahasan mengenai kewajiban importir gula rafinasi untuk memiliki kebun tebu sudah berlangsung selama bertahun-tahun tanpa solusi yang jelas. Ia berharap, dengan adanya program dari Pemerintah Republik Indonesia, persoalan tersebut dapat segera diselesaikan secara konkret.
“Sudah belasan tahun kita duduk bersama, tapi belum pernah terselesaikan. Saya harap kali ini ada manfaat nyata,†ujar Nasim melalui keterangan yang diterima, Selasa (21/4/2026).
Nasim mengkritik kebijakan impor gula yang dinilai merugikan petani tebu dalam negeri. Ia menyebut masih banyak gula milik BUMN seperti PT Sinergi Gula Nusantara dan PTPN yang belum terserap pasar.
Menurutnya, impor yang tidak terkendali membuat harga gula lokal tertekan, sementara pabrik gula dalam negeri kesulitan beroperasi optimal.
“Jangan sampai kebijakan impor justru menyusahkan rakyat, khususnya petani tebu. Kalau memang mau mematikan petani, sekalian saja,†tegasnya.
Nasim juga menyinggung persoalan impor etanol dengan tarif nol persen yang berdampak pada mangkraknya produksi dalam negeri. Ia meminta pemerintah, khususnya Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan, untuk mengevaluasi kebijakan tersebut secara menyeluruh.
Lebih lanjut, Nasim berharap program swasembada gula yang dicanangkan pemerintah dapat berjalan dengan baik melalui kolaborasi lintas kementerian dan lembaga.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!