Jadwal Sholat Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Jadwal Sholat Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026

Nasim Khan Dorong Pembenahan Menyeluruh dalam RUU Perkoperasian

Desi Rossilawati
Senin, 20 April 2026 | 13:00 WIB
Bagikan
Nasim Khan Dorong Pembenahan Menyeluruh dalam RUU Perkoperasian

Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PKB, Nasim Khan./visi.news/ist.

VISI.NEWS | JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PKB, Nasim Khan, menyoroti sejumlah persoalan mendasar dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perkoperasian yang berlangsung di DPR RI, Senin (20/4/2026).

Dalam rapat tersebut, Nasim menegaskan pentingnya kesamaan visi antar anggota dewan untuk memperkuat koperasi sebagai pilar ekonomi nasional, dengan mengesampingkan kepentingan politik maupun golongan.

Ia menilai, salah satu masalah utama yang perlu segera dibenahi adalah kaburnya definisi dan jati diri koperasi. Menurutnya, kondisi ini membuat praktek koperasi di lapangan kerap menyerupai perusahaan konvensional seperti perseroan terbatas (PT).

“Selama ini koperasi dan perusahaan biasa masih kabur. Padahal koperasi seharusnya berbasis anggota,” ujar Nasim dalam rapat.

Selain itu, ia juga menyoroti belum jelasnya pengaturan terkait struktur dan jenis koperasi. Pengelompokan koperasi primer, sekunder, hingga induk koperasi dinilai masih belum tertata dengan baik dalam regulasi yang ada.

Pada aspek permodalan, Nasim menekankan perlunya pengaturan yang lebih rinci mengenai sumber pendanaan koperasi. Ia menyebut keterbatasan akses modal menjadi salah satu faktor yang menghambat perkembangan koperasi di Indonesia.

“Selama ini koperasi sering kesulitan akses modal. Akibatnya banyak yang tidak berkembang,” katanya.

Nasim juga menggarisbawahi pentingnya penguatan sistem pengawasan dan perlindungan koperasi. Ia mengusulkan pembentukan lembaga pengawas yang memiliki fungsi serupa dengan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) di sektor perbankan.

Disisi lain, ia mendorong modernisasi tata kelola koperasi, termasuk langkah restrukturisasi untuk meningkatkan daya saing. Peran pemerintah dalam pembinaan dan pendidikan koperasi juga dinilai perlu diperkuat.

Tak hanya itu, Nasim menekankan pentingnya kejelasan sanksi dalam RUU Perkoperasian, baik berupa sanksi administratif maupun pidana, guna memastikan kepatuhan dan kepastian hukum.

Menurutnya, pembahasan RUU ini harus menghasilkan regulasi yang komprehensif dan berpihak pada penguatan koperasi.

“Ini bukan kepentingan politik, tapi kepentingan bangsa. Kita harus punya visi yang sama untuk masa depan koperasi,” tegas politisi Partai Kebangkitan Bangsa tersebut.

RUU Perkoperasian saat ini masih dalam tahap pembahasan di Komisi VI DPR RI dan ditargetkan menjadi landasan baru dalam memperkuat peran koperasi di Indonesia. @givary

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.