Nasib TikTok di AS: Biden dan Trump Beda Sikap Soal Pemblokiran
Editor
Desi Rossilawati
Jumat, 17 Januari 2025 | 21:15 WIB
VISI.NEWS | AMERIKA SERIKAT - Nasib TikTok di Amerika Serikat masih menjadi topik perdebatan sengit, terutama terkait undang-undang yang mewajibkan ByteDance, perusahaan induk TikTok yang berbasis di China, untuk mendivestasikan asetnya sebelum 19 Januari, sehari sebelum pelantikan presiden baru.
Presiden AS Joe Biden menyatakan bahwa pelaksanaan aturan tersebut berada di tangan pemerintahan Donald Trump. Namun, pemerintahan Trump belum memberikan rencana yang jelas mengenai langkah-langkah untuk memblokir atau menyelamatkan aplikasi populer tersebut.
Penasihat keamanan nasional pemerintahan Trump yang baru, Mike Waltz, mengisyaratkan adanya kemungkinan perpanjangan batas waktu jika kesepakatan yang layak tercapai. Sementara itu, sejumlah tokoh politik, termasuk Pemimpin Senat Demokrat Chuck Schumer, mendesak perpanjangan waktu untuk memungkinkan ByteDance menemukan pembeli asal AS tanpa mengganggu kehidupan jutaan pengguna TikTok.
"Jelas bahwa lebih banyak waktu diperlukan untuk menemukan pembeli Amerika dan tidak mengganggu kehidupan dan mata pencaharian jutaan orang Amerika, dari begitu banyak influencer yang telah membangun jaringan pengikut yang baik," ucap Schumer pada Kamis (16/1/2025), dikutip dari AP.
Namun, tidak semua pihak setuju. Senator Partai Republik Tom Cotton menyebut TikTok sebagai "aplikasi mata-mata Komunis China" yang berbahaya bagi keamanan nasional AS.
"TikTok adalah aplikasi mata-mata Komunis China yang membuat anak-anak kita kecanduan, memanen data mereka, menargetkan mereka dengan konten yang berbahaya dan manipulatif, serta menyebarkan propaganda komunis," kata Cotton.
Cotton menegaskan bahwa TikTok telah memiliki cukup waktu untuk menemukan pembeli dan tidak membutuhkan perpanjangan.
CEO TikTok, Shou Zi Chew, dikabarkan akan menghadiri pelantikan Trump bersama tokoh teknologi terkemuka lainnya seperti Elon Musk, Mark Zuckerberg, Sam Altman, dan Jeff Bezos. Keputusan akhir mengenai masa depan TikTok di AS tetap menjadi sorotan, dengan berbagai pihak berupaya memengaruhi arah kebijakan terkait aplikasi ini. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!