Nasehat SBY Dimaknai Sebagai Dinamika Politik Kekuasaan
“Tidak mungkin SBY menyampaikan pernyataan sekeras itu tanpa konteks politik yang jelas,” kata Nurul.
Meski Partai Demokrat menjadi bagian dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang mengusung Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka, Nurul menilai pernyataan SBY juga dapat dibaca sebagai peringatan dini bagi pemerintahan mendatang.
Sebagai sesama purnawirawan jenderal, kata dia, SBY secara implisit mengingatkan Prabowo agar tidak mengulangi pola-pola penyalahgunaan kekuasaan yang dinilai pernah terjadi sebelumnya.
“Meski AHY, putra SBY, berada dalam lingkaran kekuasaan, pernyataan ini menunjukkan bahwa SBY tetap objektif,” ujarnya.
Nurul menegaskan, objektivitas tersebut tercermin dari pesan bahwa pagar konstitusi tidak boleh dilanggar demi melanggengkan kekuasaan.
“SBY sedang mendidik anaknya dan juga publik bahwa koalisi adalah kerja sama politik, bukan persekongkolan kejahatan untuk merusak aturan main demokrasi,” tutupnya. @givary
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!