Nama Bagian-bagian Ka'bah yang Perlu Diketahui oleh Calon Jemaah
Menurut Al-Azraqi, Nabi Ibrahim AS menjadikan Hijr Ismail sebagai pendamping Ka'bah, dan pada saat itu, tempat tersebut digunakan sebagai kandang kambing Nabi Ismail. Oleh karena itu, Hijr Ismail bukanlah bagian dari Ka'bah.
Sejarawan Abdullah Al-Kurdi menulis bahwa setelah Nabi Ibrahim menyelesaikan pembangunan Ka'bah, beliau meminta putranya, Nabi Ismail, untuk memilih tempat di dekat Ka'bah. Nabi Ismail kemudian diberi tugas untuk menjaga dan memelihara Ka'bah. Tempat yang dipilih tersebut akhirnya dikenal dengan nama Hijr Ismail, yang dibangun oleh Nabi Ibrahim dari pohon al-arak.
5. Al-Hathim
Al-Hathim adalah nama lain dari Hijr Ismail, yaitu bangunan terbuka berbentuk setengah lingkaran. Beberapa orang berpendapat bahwa tempat ini disebut Al-Hathim karena merupakan pecahan dari Baitullah.
Pecahan dari Baitullah ini berkaitan dengan peristiwa renovasi Ka'bah oleh kaum Quraisy, mereka mengurangi bagian Baitullah dalam proses pembangunan ulang Ka'bah.
Berbeda dengan Hijr Ismail, Al-Hathim merupakan bangunan melengkung dengan kedua ujungnya berjarak sekitar 3 meter dari rukun Iraqi (bagian utara) dan rukun Syami (bagian barat). Bagian tengah Al-Hathim memiliki ketebalan sekitar satu setengah meter dan ketinggian sekitar satu meter.
Bangunan ini dilapisi batu pualam. Jarak antara bagian tengah lengkungan dan dinding Ka'bah bagian barat daya adalah 8 meter dan 47 sentimeter.
Selain itu, kata Al-Hathim juga digunakan untuk menyebut lokasi multazam, yaitu tempat yang terletak di antara rukun Hajar Aswad, Maqam Ibrahim, dan sumur Zam-Zam, yang sering kali dipenuhi oleh kerumunan jamaah haji.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!