Nama Bagian-bagian Ka'bah yang Perlu Diketahui oleh Calon Jemaah
2. Atap
Sejarawan asal Mekkah, Al-Azraqi, mencatat bahwa Kota Makkah sering dilanda banjir, yang berdampak pada kerusakan bangunan Ka'bah. Selain itu, Ibnu Ishaq menceritakan bahwa sebelum Ka'bah dibangun kembali pada 605 M, bangunan tersebut hanya berupa struktur tanpa atap, terbuat dari batu-batu yang tidak teratur, dan tingginya tidak melebihi tinggi binatang (sekitar 2 meter). Pada masa itu, suku Quraisy berencana untuk membangun ulang Ka'bah dengan menambahkan atap. Kebetulan, tidak jauh dari sana, di tepi pantai Laut Merah di Jeddah, sebuah perahu Bizantium Romawi yang sedang membawa kayu karam.
Pihak Quraisy membuat kesepakatan dengan seorang pekerja Kristen bernama Bachom (atau Bachomis), seorang tukang kayu asal Mesir (kaum Qibthi), untuk membeli kayu tersebut dan menggunakannya untuk membangun atap Ka'bah.
Setelah kabilah-kabilah Mekkah menyelesaikan pembangunan keempat dinding Ka'bah, pekerjaan atap dilaksanakan. Pada masa Al-Idrisi (1100-1166 M), Ka'bah memiliki atap yang diyakini masih ada hingga saat ini dan tidak berubah sejak diperbaiki oleh Al-Hajjaj pada tahun 74 H.
Saat ini, Ka'bah memiliki dua atap, dan di permukaannya terdapat marmer putih yang dikelilingi oleh dinding setinggi 80 cm. Di atasnya, terdapat beberapa tiang yang digunakan untuk mengikatkan kiswah atau tirai hitam yang menutupi Ka'bah.
Berat kiswah ini sekitar 670 kilogram, dengan 120 kilogram di antaranya berupa emas murni dan 50 kilogram perak yang terdapat dalam tulisan-tulisan pada kiswah. Ukurannya sekitar 654 meter persegi.
3. Maqam Ibrahim
Dalam bahasa Arab, kata 'maqam' berarti letak kedua kaki. Maqam Ibrahim terletak di dekat Ka'bah, tepatnya di sebelah dinding tenggara. Maqam ini berupa sebuah bangunan kecil setinggi 1,8 meter yang ditopang oleh enam tiang.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!