Muslim Indonesia Menyikapi Zionis Israel
Propaganda bahwa negara Israel tangguh, negara penjajah yang kuat, nyatanya sebuah propaganda saja, klaim memiliki pasukan terkuat, alat tempur tercangih, hanya dipropagandakan untuk mengertak, menakut-nakuti, negara disekelilingnya, agar takut, ciut, dan tak berani macam-macam dengan Israel, tapi buktinya ?
Mereka sangat tidak siap menangkis perlawanan dari para serdadu pejuang Hamas, yang sangat gemilang memperlihatkan ketangguhan mengilfiltrasi masuk ke wilayah Israel.
Andai perang ini konvensional, saling berhadapan seperti masa perang Salahuddin Al Ayubi, tentunya bangsa Yahudi tak akan berani berhadapan dengan para pejuang Hamas yang gagah berani, sebab pejuang Hamas jelas, berperang mencari syahid sebagai Mujahid. sedangkan serdadu Yahudi takut mati dan lebih baik lari menyelamatkan diri, seperti berita yang tersebar saat ini, bahwa banyak serdadu Yahudi menolak maju ke medan perang, untuk bertempur.
Maka untuk menyelamatkan wajah Yahudi, agar mereka dikata bisa membalas serangan serdadu Hamas, jet-jet pengebom pun diterbangkan, untuk menghujani Palestina dengan rudal-rudal pemusnah ke pemukiman warga Palestina , yang tanpa ampun membunuhi rakyat sipil yang tak bersalah.
Sungguh ironi target dari strategi perang Israel yang membuka mata dunia, bahwa ada tujuan pemusnahan bangsa Palestina dengan meluncurkan misil-misilnya, pembombardiran wilayah Gaza, ternyata, adalah cara efektif mengenoside seluruh pemukiman, dan penduduk Palestina di jalur Gaza Tanpa ampun.
Serangan balik Israel menjadi serangan brutal yang membabi buta, dengan korban jiwa masyarakat sipil, anak-anak, remaja, sampai mereka para orang tua renta, bahkan korban yang tak berdaya dalam perawatan di rumah sakit pun, tak luput dari serangan hujan bom, langsung ke rumah sakitnya, hingga hancur berkeping, luluh lantak.
Tak cukup hanya di situ, bangunan sekolah tempat perlindungan anak-anak Palestina, kamp pengungsi, di rudal Israel dengan sengaja menyasar mereka.
Sungguh Israel bangsa biadab, mereka tak pernah mau mendengar apa yang jadi keprihatinan dunia. 120 Negara telah menyetujui dalam sidang umum keamanan pada Senin (30/10/2023), untuk mendapatkan resolusi gencatan senjata pun, hasilnya bak lenyap di tiup angin, tak dianggap oleh Israel.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!