Musim Kemarau, Islam Melarang Boros dalam Penggunaan Air
VISI.NEWS | BANDUNG - Indonesia tengah dilanda musim kemarau panjang. Menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kemarau ini akan berlangsung hingga akhir Oktober untuk beberapa wilayah di Indonesia. Bahkan ada kemungkinan kemarau akan berlangsung sampai akhir tahun untuk wilayah-wilayah lainnya. Di tengah musim kemarau seperti ini, setiap individu harus bersabar dan terus berdoa kepada Allah swt untuk meminta turunnya hujan dan juga melakukan ikhtiar tidak berlebih-lebihan atau boros dalam menggunakan air.
Pasalnya, berlebih-lebihan dalam hal apa pun bukanlah perbuatan yang baik, termasuk juga dalam menggunakan air, khususnya di saat kemarau panjang seperti saat ini.
Larangan berlebih-lebihan sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an, Allah swt berfirman:
يَا بَنِي آدَمَ خُذُواْ زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ وكُلُواْ وَاشْرَبُواْ وَلاَ تُسْرِفُواْ إِنَّهُ لاَ يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ
Artinya: “Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.” (QS Al-A’raf : 31).
Dalam ayat yang lain, Allah juga menegaskan perihal larangan berlebih-lebihan, yaitu sebagaimana disebutkan dalam surat Al-An’am:
كُلُواْ مِن ثَمَرِهِ إِذَا أَثْمَرَ وَآتُواْ حَقَّهُ يَوْمَ حَصَادِهِ وَلاَ تُسْرِفُواْ إِنَّهُ لاَ يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ
Artinya, “Makanlah buahnya apabila ia berbuah dan berikanlah haknya (zakatnya) pada waktu memetik hasilnya, tapi janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebihan.” (QS Al-An’am : 141).
Secara eksplisit, dua ayat di atas melarang semua manusia untuk berlebih-lebihan dalam makan dan minum hingga menjerumuskan dirinya pada sesuatu yang haram. Namun secara implisit, semua bentuk perbuatan yang berlebih-lebihan merupakan perbuatan yang tidak disenangi oleh Allah swt, termasuk juga dalam menggunakan air. Hal ini sebagaimana ditegaskan oleh Imam Fakhruddin ar-Razi dalam kitab tafsirnya, ia mengatakan:
قَالَ تَعَالَى: إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ. وَهَذَا نِهَايَةُ التَّهْدِيدِ لِأَنَّ كُلَّ مَا لَا يُحِبُّهُ اللَّهُ تَعَالَى بَقِيَ مَحْرُومًا عَنِ الثَّوَابِ لِأَنَّ مَعْنَى مَحَبَّةِ اللَّهِ تَعَالَى الْعَبْدَ إِيصَالُهُ الثَّوَابَ إِلَيْهِ
Artinya: “Allah swt berfirman: Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebihan. Dan ini adalah inti dari ancaman, sesungguhnya setiap sesuatu yang tidak disenangi oleh Allah akan menjadi penghalang dari pahala, karena hakikat dari cinta Allah ta’ala adalah memberikan pahala kepadanya.” (Imam ar-Razi, Tafsir Mafatihul Ghaib, , juz I, halaman 60).
Semoga bermanfaat.
Wallahu a’lam.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!