Musim Dingin Memperparah Dampak Serangan Ukraina, Ratusan Ribu Warga Belgorod Tanpa Listrik dan Air
VISI.NEWS | BANDUNG - Serangan rudal yang diduga diluncurkan Ukraina ke wilayah Rusia barat memicu krisis layanan dasar bagi ratusan ribu warga di tengah suhu musim dingin yang terus menurun. Pemadaman listrik massal melanda wilayah Belgorod, menyebabkan lebih dari setengah juta penduduk kehilangan pasokan listrik, air bersih, hingga pemanas rumah.
Gubernur Belgorod, Vyacheslav Gladkov, mengungkapkan bahwa serangan yang terjadi pada Kamis malam waktu setempat mengakibatkan kerusakan serius pada fasilitas infrastruktur vital. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, dampaknya dirasakan luas oleh masyarakat sipil.
“Serangan rudal pada malam hari menyebabkan kerusakan serius pada fasilitas infrastruktur,” kata Gladkov dalam pernyataannya, Jumat (9/1/2026).
Dalam pesan video yang diunggah melalui kanal Telegram resminya, Gladkov menjelaskan bahwa pada pukul 06.00 pagi waktu setempat, pemadaman listrik telah memengaruhi 556.000 warga di enam kotamadya. Kondisi tersebut turut melumpuhkan sistem pemanas dan pasokan air.
“Sekitar 2.000 gedung apartemen kehilangan pemanas, dan hampir 200.000 orang tidak memiliki akses air bersih di rumah mereka,” ujar Gladkov.
Situasi ini menjadi semakin mengkhawatirkan mengingat suhu udara di Belgorod pada Jumat pagi tercatat sekitar 2 derajat Celsius, dengan prakiraan turun hingga minus 5 derajat Celsius sepanjang akhir pekan. Otoritas setempat menyatakan tim darurat telah dikerahkan untuk mempercepat pemulihan layanan dasar.
Belgorod, yang berpenduduk sekitar 330.000 jiwa, memang kerap menjadi sasaran serangan drone dan roket sejak konflik bersenjata antara Rusia dan Ukraina pecah pada 2022. Pemerintah Rusia kembali menuding Ukraina menyerang target sipil menggunakan persenjataan yang dipasok negara Barat.
Sementara itu, pada malam yang sama, otoritas Ukraina melaporkan serangan drone di Kiev yang juga menyebabkan pemadaman listrik di sejumlah wilayah ibu kota. Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan bahwa Moskow menargetkan infrastruktur energi Ukraina yang digunakan untuk menopang industri manufaktur persenjataan. @kanaya
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!