Mulai 2025, Siswa SMA Kembali Dibagi Jurusan IPA, IPS, dan Bahasa

Desi Rossilawati
Sabtu, 12 April 2025 | 13:30 WIB
Bagikan
Mulai 2025, Siswa SMA Kembali Dibagi Jurusan IPA, IPS, dan Bahasa
VISI.NEWS | JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berencana mengaktifkan kembali sistem penjurusan di tingkat SMA, yakni jurusan IPA, IPS, dan Bahasa. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Mendikdasmen Abdul Mu'ti saat konferensi pers di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta, pada Jumat (11/4/2025). "Jurusan (di SMA) akan kita hidupkan lagi. Jadi nanti akan ada surusan lagi. IPA, IPS, dan Bahasa," ujar Mu’ti di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta. Kendati keputusan ini sudah final, Abdul Mu’ti belum menetapkan tanggal pasti kapan sistem penjurusan akan mulai diberlakukan kembali. Namun, ia memberikan sinyal bahwa kebijakan tersebut akan diimplementasikan dalam waktu dekat, menyesuaikan dengan rencana pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA). TKA sendiri merupakan sistem evaluasi baru yang menggantikan Ujian Nasional (UN), dan dijadwalkan dimulai pada November 2025 untuk jenjang SMA. Mu’ti menjelaskan bahwa TKA akan menguji materi sesuai jurusan siswa, sehingga pembagian jurusan kembali diperlukan. "Dalam TKA itu nanti mulai itu ada tes yang wajib yaitu Bahasa Indonesia dan Matematika itu wajib Untuk mereka yang ngambil IPA itu nanti dia boleh memilih tambahannya antara Fisika, Kimia atau Biologi. Untuk yang IPS juga begitu. Dia boleh ada tambahan apakah itu Ekonomi apakah itu Sejarah atau ilmu-ilmu lain yang ada dalam rumpun ilmu-ilmu," kata Mu'ti. Sebagai informasi, sistem penjurusan ini pernah dihapus pada masa kepemimpinan Menteri Nadiem Makarim (2019–2024) sebagai bagian dari kurikulum Merdeka Belajar, yang lebih menekankan fleksibilitas lintas mata pelajaran. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.