Pusat Kebudayaan Tionghoa Bandung Dibidik Jadi Magnet Wisata 26 Aug 2026 Logistik Mengalir, Massa Bersiap Kepung Senayan 27 Agustus 26 Aug 2026 Hudson Serukan Keberanian, Thailand Bertekad Balikkan Keunggulan Vietnam 26 Aug 2026 Green GSM Luncurkan Taksi Listrik Premium 7 Penumpang di Filipina 26 Aug 2026 Pemkot Bandung Siapkan Rp56 Miliar untuk Bus Rapid Transit 26 Aug 2026 Pasar Baru dan Pecinan Lama Dibidik Jadi Destinasi Kuliner Dunia 26 Aug 2026 Cibaduyut Kini Punya Ruang Kreatif Bikin Sandal Sendiri 26 Aug 2026 Bandung Cerah, Suhu hingga 31 Derajat pada Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Pusat Kebudayaan Tionghoa Bandung Dibidik Jadi Magnet Wisata 26 Aug 2026 Logistik Mengalir, Massa Bersiap Kepung Senayan 27 Agustus 26 Aug 2026 Hudson Serukan Keberanian, Thailand Bertekad Balikkan Keunggulan Vietnam 26 Aug 2026 Green GSM Luncurkan Taksi Listrik Premium 7 Penumpang di Filipina 26 Aug 2026 Pemkot Bandung Siapkan Rp56 Miliar untuk Bus Rapid Transit 26 Aug 2026 Pasar Baru dan Pecinan Lama Dibidik Jadi Destinasi Kuliner Dunia 26 Aug 2026 Cibaduyut Kini Punya Ruang Kreatif Bikin Sandal Sendiri 26 Aug 2026 Bandung Cerah, Suhu hingga 31 Derajat pada Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026

MUI Sorotan Kasus Kekerasan Ponpes Pati

Desi Rossilawati
Senin, 4 Mei 2026 | 14:09 WIB
Bagikan
MUI Sorotan Kasus Kekerasan Ponpes Pati

VISI.NEWS | PATI - Kasus dugaan kekerasan seksual di sebuah pondok pesantren di Pati terus berkembang dan memicu respons dari berbagai pihak, termasuk Majelis Ulama Indonesia yang turut menyoroti penanganannya. Rangkaian peristiwa ini tidak hanya mencakup proses hukum, tetapi juga reaksi institusional terhadap kasus tersebut.

Kronologi bermula dari laporan dugaan kekerasan seksual terhadap puluhan santriwati yang telah disampaikan ke Polresta Pati sejak 2024. Kuasa hukum korban menyebut laporan tersebut telah dilengkapi dengan berbagai bukti, termasuk hasil visum. Namun, proses penanganan kasus dinilai berjalan lambat dan berlarut larut.

Seiring berjalannya waktu, kasus ini mulai mendapatkan perhatian lebih luas dari publik. Dugaan pelanggaran yang terjadi di lingkungan pendidikan memicu kekhawatiran terkait keamanan dan pengawasan lembaga pendidikan berbasis asrama.

Dalam perkembangan terbaru, Majelis Ulama Indonesia melalui Wakil Ketua Umum, M Cholil Nafis, menyampaikan sikap tegas terkait kasus tersebut. Ia menegaskan pentingnya penegakan hukum sebagai langkah utama dalam menangani dugaan pelanggaran.

"Saya secara pribadi maupun sebagai pimpinan Majelis Ulama Indonesia mendukung penuh atas penegakan hukum terjadinya, terduga atau indikasi dugaan adanya pelecehan seksual, penyimpangan dari sang pengasuh kepada murid-muridnya, santri-santrinya," ujar Cholil dalam keterangannya dikutip, Senin (4/5/2026).

Selain mendukung proses hukum, MUI juga menekankan perlunya langkah pencegahan melalui pengawasan yang lebih ketat. Cholil menyoroti pentingnya peran lembaga pengawas seperti Majelis Masyayikh dalam memastikan penyelenggaraan pendidikan berjalan sesuai prinsip yang benar.

Ia juga mendorong keterlibatan masyarakat untuk aktif mengawasi dan melaporkan jika terdapat indikasi penyimpangan. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah kasus serupa terjadi kembali di masa depan.

Rangkaian peristiwa ini menunjukkan perkembangan kasus dari tahap pelaporan, sorotan publik, hingga respons lembaga keagamaan yang mendorong penegakan hukum dan penguatan sistem pengawasan pendidikan. @desi

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.