Destinasi Pantai Paling Membahagiakan di Dunia Versi JustCover 5 Aug 2026 Mariano Peralta Bahagia Jalani Debut Manis Bersama Persib 5 Aug 2026 Pemerintah Umumkan Rangkaian Acara HUT Ke-81 RI 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Destinasi Pantai Paling Membahagiakan di Dunia Versi JustCover 5 Aug 2026 Mariano Peralta Bahagia Jalani Debut Manis Bersama Persib 5 Aug 2026 Pemerintah Umumkan Rangkaian Acara HUT Ke-81 RI 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026

MUI: Masjid Boleh Bicara Politik, Tapi Tidak Boleh Dukung Mendukung

ED
Senin, 28 November 2022 | 13:04 WIB
Bagikan
MUI: Masjid Boleh Bicara Politik, Tapi Tidak Boleh Dukung Mendukung

- “Karena kita memang membutuhkan politik. Amar maruf nahi mungkar, itu politik. Itu tugas kita.”

VISI.NEWS | JAKARTA - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah KH Cholil Nafis menyebut bahwa di dalam masjid boleh membicarakan politik, tetapi tidak boleh dukung mendukung.

Kiai Cholil menerangkan, tidak bolehnya dukung mendukung dalam masjid karena ada potensi perpecahan umat karena perbedaan pilihan politik.

Oleh karenanya, Kiai Cholil menjelaskan bahwa masjid harus bisa bicara mengenai polotik keadaban serta mengikat dan menyatukan para jemaahnya meskipun terdapat perbedaan dalam hal politik.

“Soal qunut dan tidak qunut saja banyak gak ke masjid. Karena harus mengikat jemaah, jadi masuk ke masjid bisa berbeda politik,” kata Kiai Cholil dalam Sosialisasi Penguatan Dakwah Islam Wasathiyah Bagi DKM Masjid Perkantoran se-DKI Jakarta, Jumat (25/11/2022), dilansir dari laman resmi MUI pusat.

Kiai Cholil menegaskan, hal tersebut bukan berarti agama tidak boleh berurusan dengan politik. Menurutnya, siapa pun memiliki tanggung jawab untuk berpolitik.

“Kita tetap bicara politik keadaban. Jadi kekuasaan yang kita rangkum untuk umat. Jadi siapa pun punya beban untuk berpolitik, tapi politik ada keterlibatan dalam memperbaiki negara dan memperbaiki umat, itu politik,” tegasnya.

Menurutnya, berpolitik tidak hanya menjadi politisi saja. Hal itu dikarenakan manusia merupakan makhluk politik.

“Karena kita memang membutuhkan politik. Amar maruf nahi mungkar, itu politik. Itu tugas kita,” paparnya.

Kiai Cholil mengingatkan, tindakan dukung mendukung di dalam masjid berpotensi memunculkan firkah-firkah atau kelompok-kelompok.

Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah ini mengungkapkan, ketika itu Rasulullah saw. melihat orang berjualan di dalam masjid.

Kemudian, Rasulullah saw. berdoa agar orang tersebut tidak beruntung.

“Apa berbisnis itu jelek? Tidak. Tapi di masjid tidak untuk berbisnis,” jelasnya.

“Ini baru kita menjalankan fungsi masjid dalam peradaban. Jadi nilai-nilai kemanusiaan disampaikan, politik yang baik disampaikan, tetapi jangan (serukan dalam masjid) pilih yang A dan pilih yang B,” tegasnya.

Kiai Cholil mencontohkan tentang Al Quran yang diyakini umat Islam sangat baik tetapi tidak boleh dibawa ke kamar mandi. Begitu juga dengan berpolitik yang baik, tetapi tidak boleh masuk ke dalam masjid.

“Diluar (masjid) silahkan dilakukan karena itu hak. Masjid (harus) dijadikan sebagai pusat kebangkitan umat, bagaimana kita ini bisa membagikan inspirasi, fondasi dan nilai-nilai dibangun dari masjid,” paparnya.

Di hadapan para pengurus masjid tersebut, Kiai Cholil berharap, masjid bisa seperti pemancar agar dapat menjadikan pedagang yang jujur, birokrat yang bekerja sepenuh hati, serta memancarkan pada umat agar menjadi satu.

“Kalau masjidnya sudah dipecah-pecah, di mana kita akan menjalin persatuan umat kita? Dari masjid kita bisa membangun kaderisasi, siapa ke depan yang akan kita dukung untuk kebaikan adalah generasi kita,” pungkasnya. @fen

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.