Muharram: Bulan Suci Penuh Hikmah dan Sejarah Penting dalam Islam
Editor
Desi Rossilawati
Rabu, 25 Juni 2025 | 23:00 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Muharram, bulan pertama dalam kalender Hijriah, bukan sekadar penanda tahun baru bagi umat Islam. Bulan ini termasuk salah satu dari empat bulan suci dalam Islam, di mana Allah SWT melarang terjadinya peperangan dan menganjurkan umat-Nya untuk memperbanyak amal kebaikan.
Dalam Surat At-Taubah ayat 36, Allah menegaskan bahwa terdapat 12 bulan dalam setahun, dan empat di antaranya dimuliakan, termasuk Muharram. Rasulullah SAW bahkan menyebut puasa di bulan Muharram sebagai puasa paling utama setelah Ramadhan.
Tak hanya soal ibadah, bulan ini juga mencatat jejak-jejak penting dalam sejarah Islam:
1. Penetapan Kalender Hijriah
Khalifah Umar bin Khattab RA menetapkan Muharram sebagai awal tahun Hijriah. Momen hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah dipilih sebagai titik tolak perhitungan kalender Islam—sebuah tonggak perubahan besar dalam sejarah umat.2. Puasa Asyura, Warisan Nabi Musa AS
Tanggal 10 Muharram dikenal sebagai Hari Asyura. Nabi Muhammad SAW menganjurkan umat Islam untuk berpuasa pada hari itu, mengingat peristiwa diselamatkannya Nabi Musa dan Bani Israil dari Firaun. Bahkan, Rasulullah menambahkan puasa sehari sebelum atau sesudahnya agar berbeda dari kebiasaan puasa kaum Yahudi.3. Hijrah: Bukan di Muharram, Tapi Tetap Bermakna
Meski secara historis hijrah Nabi terjadi di bulan Safar, Muharram tetap menjadi simbol hijrah spiritual—momen untuk merenungkan perubahan diri menuju kehidupan yang lebih baik dan bermakna.4. Tragedi Karbala, Luka Mendalam Umat Islam
Tanggal 10 Muharram juga dikenang sebagai hari gugurnya cucu Nabi, Sayyidina Husain bin Ali RA, dalam tragedi Karbala. Peristiwa memilukan ini mencerminkan keberanian dan keteguhan dalam menegakkan kebenaran meskipun harus berhadapan dengan maut. Muharram bukan sekadar permulaan tahun baru. Ia adalah undangan untuk berhijrah secara spiritual, memperbaiki diri, dan belajar dari sejarah tentang arti pengorbanan, kesabaran, serta keimanan yang teguh. Wallahu a’lam. @ffrBerita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!