Muhammadiyah Gaungkan Gerakan Internasionalisasi Kosmopolitanisme Islam
ED
Editor
Fendy Sy Citrawarga
Selasa, 31 Mei 2022 | 14:09 WIB
VISI.NEWS | SOLO - Salah satu organisasi Islam terbesar di Tanah Air, persyarikatan Muhammadiyah menggaungkan gerakan internasionalisasi Muhammadiyah yang dicetuskan dalam muktamar Muhammadiyah beberapa tahun silam.
Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Haedar Nashir, ketika berbicara secara daring sebagai keynote speaker dalam seminar pra-muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah di Gedung Edutorium "KH Achmad Dahlan" Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Senin (30/5/2022), menyatakan, gerakan internasionalisasi Muhammadiyah sering disebut sebagai gerakan kosmopolitanisme Islam.
"Karena internasionalisasi gerakan Muhammadiyah, sejatinya adalah revitalisasi dan transformasi keislaman yang tidak kaku di tengah situasi global. Gerakan itu bertujuan agar Muhammadiyah dapat memberi warna di dunia internasional," tutur Haedar Nashir.
Dalam gerakan internasionalisasi Muhammadiyah yang terus digaungkan dalam muktamar-muktamar sebelumnya, katanya, Muhammadiyah mengambil peran transformasi dan pencerahan termasuk dalam pengembangan nilai-nilai kemanusiaan.
"Dalam gerakan kosmopolitanisme Islam, Muhammadiyah menghadirkan pandangan tentang Islam berkemajuan yang universal," tandasnya.
Dalam seminar bertema "Internasionalisasi Gerakan Muhammadiyah" tersebut, Rektor UMS, Prof. Dr. Sofyan Anif, menjelaskan, internasionalisasi gerakan Muhammadiyah merupakan proyek besar yang bertujuan memperkenalkan, sekaligus menempatkan dan menjadikan Muhammadiyah sebagai bagian tak terpisahkan dari umat Islam dunia.
"Sehingga, melalui gerakan internasionalisasi ini masyarakat mengenal Muhammadiyah. Di sisi lain Muhammadiyah akan ada di mana-mana, menjadi satu bagian dari syiar Islam secara keseluruhan," ujarnya.
Internasionalisasi Muhammadiyah, sambungnya, menjadi usaha kolektif seluruh kader Muhammadiyah, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
Kader Muhammadiyah di luar negeri akan bergerak melalui cabang-cabang organisasi di seluruh dunia dan menjadi ujung tombak perantara persyarikatan Muhammadiyah.
Sedangkan yang di dalam negeri, selain bergerak sebagai penutur lisan juga menjadi center diaspora keilmuan secara luas.
Menurut Rektor UMS, dalam gerakan internasionalisasi Muhammadiyah UMS juga melakukan berbagai kegiatan, seperti pengiriman dosen dan mahasiswa ke luar negeri, termasuk kerja sama dengan Malaysia mendirikan Universitas Muhammadiyah Malaysia atau UMAM.
"Gerakan internasionalisasi yang dilakukan UMS dan elemen lain, bukan hanya ekspansi organisasi ke luar negeri, tetapi juga ekspansi pemikiran, jaringan keagamaan dan memperluas sasaran dakwah di tataran internasional yang multi kultural. Karena sudah saatnya dakwah Muhammadiyah dibawa ke level global," jelasnya.
Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah sendiri akan digelar pada November 2022 mendatang dan UMS akan menjadi tuan rumah. Dalam seminar pra-muktamar, di antara pembicara yang tampil adalah dua mantan ketua umum PP Muhammadiyah, yakni Prof. Amien Rais dan Prof. Dien Syamsuddin. @tok
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!