MoU COE MSME Halal Tel-U dan PC RMI NU Kab. Bandung untuk Program Forbis
VISI.NEWS | BANDUNG -Bertempat di gedung TULT lantai 16 Telkom University, para pengurus Center Of Excellence Smart Micro Medium Enterprise dan Halal Ecosystem, atau CoE MSME Halal, melakukan rapat persiapan untuk MoU dengan PC RMI NU Kab. Bandung, dan pihak-pihak institusi lainnya, baik pemerintah, dan swasta, yang diharap mampu mendukung dan bisa bersinergi dalam program kegiatan CoE MSME Halal ini.
Tampak hadir pada rapat persiapan tersebut jajaran pengurus CoE MSME Halal lainnya, diantaranya Dr. Endang Chumaidiyah, Nuslih Jamiat, Bambang Melga, Imanuddin, Andrian.
Adapun agenda rapat CoE Halal ini adalah untuk mematangkan program kerjasama pembentukan Forum Bisnis, dimana di Forbis ini, pihak Pesantren sebagai mitra strategis Coe MSME Halal, akan mendapatkan penguatan pelatihan bisnis pesantren, diberikan ruang untuk berpameran keunggulan Produk Pesantrennya, serta akan mendapatkan pembimbingan bagi di dapatkannya label produk halal, sebagai label kehalalan produk pesantrennya, dengan melibatkan seluruh pesantren yang berjumlah 400 pesantren yang ada di bawah naungan PC. RMI NU, dimana program ini dalam implementasinya, baru akan di laksanakan di bulan Mei 2025 mendatang.
Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) sendiri di Kab. Bandung ini merupakan salah satu badan otonom (Banom) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dengan basis pesantren yang jumlahnya kurang lebih sebanyak 400 pesantren yang berada dalam naungan PC. RMI ini, dan bersama CoE MSME & Halal Telkom University, akan menjalankan kesinergian untuk Program pelatihan kemandirian Pesantren.
Dr Endang Chumaidiyah sebagai ketua CoE, pada rapat persiapan tersebut memberikan arahan, agar pelaksanaan yang sebelumnya yang di jadwal akan di mulai pada akhir bulan April, di mundurkan di bulan Mei, sehingga semua tahapan dan persiapannya lebih bisa disempurnakan.
"Yaa, insyaallah semua pengurus CoE kita akan terlibat penuh, secara keseluruhannya dalam program kemitraan ini, dan program ini nantinya akan bisa digunakan juga baik untuk pengabdian masyarakat, penelitian dosen, sekaligus, menghasilkan Non Tuition Fee (NTF) bagi CoE kita." Ungkap Dr. Endang.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!