Mori Hanafi Desak Basarnas Lengkapi Peralatan SAR di NTB Pasca Insiden Rinjani
Editor
Desi Rossilawati
Kamis, 26 Juni 2025 | 07:15 WIB
VISI.NEWS | JAKARTA - Anggota Komisi V DPR RI Mori Hanafi mendesak pemerintah pusat, khususnya Badan SAR Nasional (Basarnas), untuk segera melengkapi peralatan penyelamatan berstandar di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) menyusul peristiwa tragis jatuhnya seorang pendaki asal Brasil di Gunung Rinjani.
Dalam keterangannya, Mori mengaku telah langsung menghubungi Sekretaris Utama Basarnas untuk menegaskan urgensi penyediaan alat penyelamatan yang memadai di NTB. Ia menilai, insiden di Rinjani menjadi bukti nyata bahwa peningkatan kapasitas peralatan dan sumber daya manusia sangat dibutuhkan.
"Saya sudah telepon Sestama Basarnas meminta untuk NTB dipenuhi, harus ada peralatan penyelamatan yang berstandar. Kenapa ini penting, supaya kejadian seperti di Rinjani ini tidak terulang," tegas Mori, Rabu (25/6/2025).
Meski mengapresiasi kinerja maksimal tim SAR dalam evakuasi korban, Mori menekankan bahwa keterbatasan alat dan SDM menjadi hambatan utama di lapangan. Ia menyebut kebutuhan mulai dari tali, drone hingga personel penyelamat terlatih perlu segera dipenuhi.
Terkait wacana pengadaan helikopter penyelamat yang ditempatkan langsung di NTB, Mori menyatakan hal itu sangat memungkinkan namun penuh tantangan, terutama dari sisi anggaran dan operasional.
"Untuk helikopter ini bisa saja, tapi kendalanya di perawatan, belum SDM (pilot) itu harus tinggal di sini, belum basecamp, belum tempat tinggal pilotnya, ini biayanya cukup besar," ujarnya.
Politikus asal Dapil NTB I (Pulau Sumbawa) ini juga menyampaikan rasa duka mendalam atas meninggalnya pendaki Brasil yang ditemukan tewas pada Selasa (24/6/2025) di kedalaman 600 meter di kawasan Gunung Rinjani.
"Tentu kami merasa prihatin dan sangat berduka atas peristiwa ini. Semoga, peristiwa ini tidak terjadi lagi di masa mendatang," tutup Mori.
Sebelumnya diberitakan, pendaki JDSP (27) asal Brasil dilaporkan terjatuh ke dalam jurang dan ditemukan oleh tim SAR gabungan dalam kondisi tidak bernyawa. Proses evakuasi berlangsung cukup sulit karena medan terjal dan keterbatasan peralatan di lokasi kejadian. @givary
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!