MOPT STkindo Wirautama Ciparay, Asep Ikhsan: Tenaga Kesehatan tak akan Tergantikan oleh Robot
VISI.NEWS | CIPARAY - Ketua Yayasan Pendidikan Pengembangan Generasi Muda Indonesia (YPPGMI) H. Asep Ikhsan, S.E., S.Pd., M.M., mengungkapkan bahwa profesi tenaga kesehatan, perawat, bidan dan yang lainnya akan makin dibutuhkan di era artificial intelligence (AI).
"Banyak hal yang tidak bisa tergantikan oleh robot. Misalnya soal perasaaan, perhatian, rasa sayang terhadap pasien, dll. Jadi keberadaan robot nantinya hanya sebagai pembantu dari pada tenaga kesehatan, " ungkapnya pada pembukaan Masa Orientasi Perguruan Tinggi (MOPT) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia (STkindo) Wirautama tahun akademik 2023/2024, yang berlangsung di Lapangan Parkir Graha Wirakarya, Jalan Raya Laswi, Magung, Ciparay, Kabupaten Bandung, Selasa (29/8/2023).
Asep mengungkapkan, indikasi tersebut terlihat dari banyaknya kebutuhan tenaga kesehatan lulusan dari STkindo. "Kebutuhan tenaga perawat, bidan dan tenaga kesehatan lainnya lulusan dari kami terus bertambah. Sehingga tidak sedikit mahasiswa semester akhir yang belum menyelesaikan pendidikannya sudah bisa bekerja, " ungkap Asep.
Penggunaan RIBA
Dalam kegiatan yang dihadiri jajaran civitas akademi STkindo Wirautama, Forkopimcam Kecamatan Ciparay, para stakeholder pendidikan dan kesehatan serta lebih dari 500 mahasiswa baru perguruan tinggi tersebut, Asep Ikhsan mengungkapkan bahwa perawat itu bukan hanya sebagai asisten dokter dalam melayani pengobatan dan penyembuhan tapi caring yang selalu berinteraksi dengan pasien, meski ke depan sebagian perannya bisa digantikan oleh robot.
"TIBA atau Robot for Interactive Body Assistance sifatnya membantu mengangkat pasien masuk dan keluar dari tempat tidur dan kursi roda sesuai perintah, sekaligus menyelamatkan punggung dan punggung perawat. meningkatkan pelayanan dan keselamatan pasien, " jelasnya.
RIBA dikatakan Asep Ikhsan sebagai robot pertama yang dapat mengangkat atau menurunkan manusia sungguhan (lhingga 61kg atau 134lbs dari atau ke tempat tidur atau kursi roda. "RIBA melakukan hal ini dengan menggunakan kombinasi lengan mirip manusia yang sangat kuat dan metode panduan sentuhan baru yang menggunakan sensor sentuhan berakurasi tinggi. RIBA dikembangkan dengan mengintegrasikan kontrol, sensor, dan pemrosesan informasi RIKEN serta teknologi desain material dan struktural TRI, " pungkasnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!