Pemprov Jatim Perkuat Langkah JFC Menuju Panggung Pariwisata Dunia 27 Jul 2026 Kemenpar Tegaskan JFC Jadi Etalase Pariwisata Indonesia di Mata Dunia 27 Jul 2026 VISI | Sibuk 27 Jul 2026 Dari YouTube ke Timnas Malaysia, Mimpi Wan Kuzain Akhirnya Jadi Nyata 27 Jul 2026 Indonesia Bidik Awal Sempurna, Hadapi Kamboja di Laga Perdana ASEAN Hyundai Cup 2026 27 Jul 2026 Trailer Tabrak Dua Truk dan Motor di Pasuruan, Empat Tewas 27 Jul 2026 Fauzi Amro: DPR Siap Jalankan Fit and Proper Test Calon Gubernur BI 27 Jul 2026 Sistem Eror BPN Bandung Dikeluhkan Warga, Dinilai Buka Celah Praktik Pungli 27 Jul 2026 200 Personel Gabungan Siaga Pascabentrokan Maut di Menteng 27 Jul 2026 Senator Lia Istifhama Desak Polisi Tutup Tambang Pasir Ilegal di Blitar 27 Jul 2026 Pemprov Jatim Perkuat Langkah JFC Menuju Panggung Pariwisata Dunia 27 Jul 2026 Kemenpar Tegaskan JFC Jadi Etalase Pariwisata Indonesia di Mata Dunia 27 Jul 2026 VISI | Sibuk 27 Jul 2026 Dari YouTube ke Timnas Malaysia, Mimpi Wan Kuzain Akhirnya Jadi Nyata 27 Jul 2026 Indonesia Bidik Awal Sempurna, Hadapi Kamboja di Laga Perdana ASEAN Hyundai Cup 2026 27 Jul 2026 Trailer Tabrak Dua Truk dan Motor di Pasuruan, Empat Tewas 27 Jul 2026 Fauzi Amro: DPR Siap Jalankan Fit and Proper Test Calon Gubernur BI 27 Jul 2026 Sistem Eror BPN Bandung Dikeluhkan Warga, Dinilai Buka Celah Praktik Pungli 27 Jul 2026 200 Personel Gabungan Siaga Pascabentrokan Maut di Menteng 27 Jul 2026 Senator Lia Istifhama Desak Polisi Tutup Tambang Pasir Ilegal di Blitar 27 Jul 2026

Monev Dana Desa Wonorejo, Infrastruktur Lampaui Target

Desi Rossilawati Abdul Ghofur
Kamis, 11 Juni 2026 | 13:07 WIB
Bagikan
/

VISI.NEWS | JEMBER – Pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Dana Desa Tahap I Tahun 2026 di Desa Wonorejo, Kecamatan Kencong, menunjukkan hasil menggembirakan. Tim Fasilitator Kecamatan (TFK) Kencong bersama Muspika, Pendamping Desa, perangkat desa, dan sejumlah pihak terkait tidak menemukan adanya penyimpangan dalam pelaksanaan program pembangunan maupun pemberdayaan masyarakat yang dibiayai melalui Dana Desa.

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (11/6/2026) tersebut diawali dengan pemeriksaan administrasi di kantor desa, kemudian dilanjutkan dengan peninjauan sejumlah lokasi pembangunan dan program ketahanan pangan yang sedang berjalan.

Perwakilan Kecamatan Kencong, Kasi PMKS Moh. Harsono, menjelaskan bahwa monitoring dan evaluasi dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan penggunaan anggaran desa berjalan sesuai ketentuan, mulai dari perencanaan hingga pelaporan.

"Kami ingin memastikan bahwa program yang dibiayai Dana Desa benar-benar terlaksana dan manfaatnya dirasakan masyarakat. Karena itu, selain memeriksa administrasi, kami juga melakukan pengecekan langsung di lapangan," ujarnya.

Menurut Harsono, Desa Wonorejo menunjukkan sinergi yang baik dalam pengembangan program ketahanan pangan. Program tersebut mencakup sektor peternakan, pertanian, dan perikanan yang dikelola secara terintegrasi melalui pemerintah desa dan BUMDes.

Dalam peninjauan lapangan, tim melihat langsung kegiatan penggemukan sapi, lahan budidaya jagung yang dikelola BUMDes, serta budidaya ikan lele yang diproyeksikan untuk mendukung kebutuhan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kencong.

Sementara itu, Sekretaris Desa Wonorejo, Vicky Dwi Vaulan, menyampaikan bahwa Dana Desa Tahap I tahun 2026 telah dimanfaatkan untuk berbagai program prioritas, di antaranya pembangunan jalan aspal, kegiatan pemberdayaan masyarakat, serta penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT).

"Kegiatan monev ini menjadi bagian dari upaya kami menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan Dana Desa. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa administrasi dan realisasi kegiatan di lapangan berjalan selaras," katanya.

Vicky juga menjelaskan bahwa program ketahanan pangan yang saat ini dievaluasi merupakan pengembangan dari penyertaan modal BUMDes yang bersumber dari anggaran tahun 2025. Evaluasi dilakukan lebih awal agar pelaksanaan program dapat berjalan maksimal dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat desa.

Salah satu hasil yang mendapat perhatian dalam kegiatan monev adalah pembangunan jalan aspal yang berhasil melampaui target perencanaan. Pendamping Desa sekaligus Koordinator Kecamatan, Anton Ananta, mengungkapkan bahwa hasil pengukuran di lapangan menunjukkan adanya penambahan volume pekerjaan dibandingkan dengan yang tercantum dalam dokumen perencanaan.

"Dalam RAP, panjang jalan direncanakan 380 meter dengan lebar 2,5 meter. Setelah dilakukan pengukuran, realisasinya mencapai 385 meter dengan lebar yang sama. Artinya ada penambahan volume sekitar lima meter," jelas Anton.

Ia menilai capaian tersebut menunjukkan komitmen pemerintah desa dalam memaksimalkan pembangunan untuk kepentingan masyarakat. Jalan yang dibangun memiliki fungsi strategis sebagai akses menuju lahan pertanian dan jalur distribusi hasil panen warga.

"Keberadaan jalan ini sangat membantu masyarakat, terutama petani. Mobilitas menjadi lebih lancar dan distribusi hasil pertanian semakin mudah. Dampaknya tentu akan mendukung peningkatan produktivitas pertanian di Desa Wonorejo," ujarnya.

Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi, tim menyimpulkan bahwa pelaksanaan Dana Desa Tahap I di Desa Wonorejo berjalan sesuai perencanaan, baik dari sisi administrasi maupun realisasi fisik di lapangan. Pemerintah desa juga dinilai berhasil menjaga transparansi penggunaan anggaran sekaligus mengoptimalkan pembangunan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Melalui monev tersebut, Kecamatan Kencong berharap capaian positif Desa Wonorejo dapat terus dipertahankan dan menjadi contoh pengelolaan Dana Desa yang efektif, akuntabel, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. :::

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.