Modusnya Pengancaman Hingga Pemerasan Kepada Nasabah, Tiga Karyawan Pinjaman Online Ilegal Diamankan
VISI.NEWS | SURABAYA - Subdit V/Siber Ditreskrimsus Polda Jatim mengungkap kasus tindak pidana Informasi dan Transaksi Elektronik (TE) pengancaman yang dilakukan oleh pinjaman online (Pinjol) dan mengamankan tiga orang sebagai tersangkanya.
Tiga orang tersangka yang diamankan dari perusahaan pinjol di Surabaya dan Sidoarjo itu, ASA (31) perempuan asal Tanjunghalang, Bogor, RH alias Asep (28) asal Cibungbulang, Bogor dan APP (27) asal Surabaya.
Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta mengatakan, Tim Siber Ditreskrimsus berhasil mengungkap tindak pidana yang sekarang marak terjadi yaitu pinjaman online.
Modus operandinya, mereka mendapatkan kuasa dari beberapa perusahaan pinjaman online kemudian melakukan penagihan cara mengirimkan SMS ataupun WA yang berisi ancaman kepada nasabah yang dianggap belum melunasi pinjamannya.
“Dari beberapa laporan yang masuk ke Polda Jawa Timur ada dua laporan yang kami tangani. Kedunya merasa sudah melunasi hutangnya namun masih menerima ancaman lewat WA yang berisi kata-kata kotor juga memviralkan foto untuk disebar kalau tidak membayar,” jelas Nico, Senin (25/10/2021).
Setelah ada laporan, tim bergerak melakukan pemeriksaan sebanyak 17 saksi baik dari pelapor maupun dari saksi yang melihat mendengar mengetahui serta 3 orang saksi ahli. Kemudian tim telah berhasil menangkap pelakunya. Dalam pemeriksaan pelaku mengaku telah mendapatkan kuasa dari PT Pinjol.
Mereka, para pelakunya mempunyai peran masing-masing di perusahaan Pinjol. Ada pengancaman hingga pemerasan yang dilakukan dengan cara melakukan penagihan melalui pesan SMS atau Whatsapp yang dikirim kepada para debitur atau para kontak yang ada di handphone para debitur.
Peran pelaku ASA dan Asep sebagai Desk Collection (pengirim pesan SMS penagihan dengan kalimat binatang ke nasabah serta mengancam membuat malu nasabah jika tidak melakukan pembayaran.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!