Misi Kemanusiaan Berujung Duka, Anggota Satpol PP Gugur Saat Evakuasi ODGJ di Kebumen

ED
Rabu, 4 Februari 2026 | 14:04 WIB
Bagikan
Misi Kemanusiaan Berujung Duka, Anggota Satpol PP Gugur Saat Evakuasi ODGJ di Kebumen

VISI.NEWS | KEBUMEN — Tugas kemanusiaan yang bertujuan menenangkan keresahan warga justru berubah menjadi tragedi di Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Faik (33), anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kebumen, meninggal dunia saat menjalankan tugas mengevakuasi seorang orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang dilaporkan meresahkan warga.

Peristiwa itu bermula dari aduan masyarakat mengenai keberadaan seorang ODGJ yang dinilai membahayakan lingkungan sekitar. Laporan tersebut segera ditindaklanjuti oleh Satpol PP dengan melibatkan unsur TNI, Polri, tenaga kesehatan, serta pihak rumah sakit.

“Awalnya kami menerima aduan masyarakat terkait ODGJ di salah satu desa di Kecamatan Alian. Menindaklanjuti laporan itu, kami langsung menurunkan tim ke lokasi,” ujar Ira kepada wartawan, Senin (2/2/2026).

Menurutnya, sebelum proses evakuasi dilakukan, tim gabungan telah melakukan koordinasi di lapangan. Informasi yang diterima menyebutkan bahwa ODGJ tersebut berada di dalam rumah dengan pintu terkunci dari dalam dan diduga membawa senjata tajam.

“Sebelum evakuasi dilakukan, tim gabungan sempat melakukan koordinasi di lapangan. Informasi yang kami terima, ODGJ tersebut berada di dalam rumah dan pintu terkunci dari dalam. Selain itu, ada dugaan yang bersangkutan membawa senjata tajam,” jelasnya.

Situasi berubah menjadi darurat ketika pintu rumah berhasil dibuka. ODGJ tersebut ternyata memegang sejumlah benda berbahaya. Upaya pendekatan persuasif yang dilakukan petugas tidak membuahkan hasil, dan kondisi mendadak tidak terkendali.

“Setelah pintu terbuka, diketahui yang bersangkutan memang membawa beberapa senjata tajam, di antaranya celurit, parang, dan linggis,” ungkap Ira.

Dalam insiden tersebut, dua anggota Satpol PP terluka. Faik mengalami luka serius dan tidak dapat diselamatkan. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, bukan hanya bagi rekan satuan, tetapi juga keluarga dan warga di lingkungan tempat tinggalnya.

Ketua RW setempat, Budiarto, menyebut Faik dikenal sebagai pribadi yang baik dan tidak banyak bicara. Ia juga mengungkap bahwa almarhum tengah mempersiapkan pernikahan dalam waktu dekat.

“Memang rencananya mau menikah dalam waktu dekat. Bahkan tadi calon istrinya juga sempat datang ke rumah keluarga setelah mendengar kabar musibah yang menimpa almarhum,” ungkap Budiarto.

Budiarto juga mengenang Faik sebagai sosok yang sederhana dan mudah bergaul.

“Orangnya pendiam, tidak banyak bicara, dan pergaulannya baik. Selama tinggal di sini, tidak pernah ada masalah dengan warga,” ujarnya.

Kabar duka itu cepat menyebar di lingkungan tempat tinggalnya. Warga bersama keluarga kini bersiap menyambut pemulangan jenazah untuk dimakamkan.

“Mari kita doakan untuk keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan,” kata Budiarto.

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait kejadian tersebut, sementara peristiwa ini menjadi pengingat akan besarnya risiko yang dihadapi petugas lapangan dalam menjalankan tugas pelayanan dan perlindungan masyarakat. @kanaya

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.