Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Minyak Jelantah, Limbah Dapur yang Menjadi Peluang Ekonomi Besar bagi Indonesia

Desi Rossilawati
Minggu, 24 November 2024 | 21:00 WIB
Bagikan
Minyak Jelantah, Limbah Dapur yang Menjadi Peluang Ekonomi Besar bagi Indonesia
VISI.NEWS | JAKARTA - Siapa sangka minyak jelantah, yang sering dianggap limbah dapur, memiliki potensi ekonomi yang besar di pasar internasional. Tidak hanya digunakan untuk biodiesel, minyak jelantah juga dimanfaatkan dalam industri kosmetik, pelumas, dan pakan ternak. Meskipun tampilannya sederhana, minyak jelantah menyimpan peluang besar untuk perekonomian Indonesia. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor minyak jelantah Indonesia (kode HS15180060) mencapai 2,79 juta kilogram ke Vietnam dengan nilai mencapai US$ 2,85 juta. China menjadi tujuan ekspor kedua dengan 1,01 juta kilogram senilai US$ 1,01 juta, diikuti oleh Filipina, Lituania, dan Brasil yang juga mendapat pasokan minyak jelantah. Vietnam dan China menjadi tujuan utama karena kebutuhan tinggi mereka terhadap bahan baku biodiesel dan pakan ternak. Vietnam memiliki industri biodiesel yang berkembang pesat, sementara China menggunakan minyak jelantah untuk pakan ternak, mengingat populasi besar dan sektor peternakan yang terus berkembang. Eropa, khususnya Lituania, juga menjadi pasar potensial, dengan minyak jelantah diolah menjadi bahan bakar ramah lingkungan. Brasil menggunakan minyak jelantah untuk bahan baku pelumas dan aditif industri. Harga ekspor minyak jelantah Indonesia bervariasi, salah satunya di Vietnam yang dihargai sekitar US$ 1,02 per kilogram. Selain itu, negara-negara dengan sektor peternakan besar juga mulai menggunakan minyak jelantah sebagai komponen pakan ternak. Penggunaan minyak jelantah dalam pakan ternak, terutama unggas dan babi, memerlukan pengolahan khusus untuk memastikan keamanan pangan. Namun, ekspor minyak jelantah Indonesia masih jauh dari potensi penuhnya. Indonesia menghasilkan minyak jelantah dalam jumlah besar setiap tahun, namun banyak yang belum dikelola dengan baik, terutama di kalangan rumah tangga dan restoran. Pemerintah dapat berperan besar dalam meningkatkan pengelolaan minyak jelantah dengan memperbaiki infrastruktur pengumpulan dan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang nilai ekonomi minyak jelantah. Pelaku usaha Indonesia perlu belajar dari negara tujuan ekspor seperti Vietnam dan China yang mengolah minyak jelantah menjadi produk bernilai tambah. Pengembangan industri biodiesel domestik juga dapat menjadi strategi untuk meningkatkan nilai ekonomi sekaligus mengurangi emisi karbon. Regulasi perdagangan minyak jelantah juga perlu diperkuat, misalnya dengan memberikan insentif kepada pelaku usaha yang berkontribusi dalam ekspor minyak jelantah. Dengan langkah-langkah ini, Indonesia tidak hanya dapat meningkatkan pendapatan negara, tetapi juga berperan dalam keberlanjutan lingkungan. Dengan pengelolaan yang baik, minyak jelantah tidak hanya memberikan keuntungan ekonomi tetapi juga dapat menjadi bagian dari solusi keberlanjutan global. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.