Mimpi Bandung Jadi Kota Ramah Pesepeda
Jalur Sepeda yang Tak Selalu Menjadi Jalur Sepeda
Salah satu gambaran persoalan tersebut disampaikan Uwin, peserta Gerakan Nyapedah Nyakola dari SMK 12 Bandung.
Menurutnya, pesepeda masih menghadapi sejumlah kendala ketika beraktivitas di jalan raya. Kemacetan menjadi salah satu hambatan. Namun ada persoalan lain yang tak kalah mengganggu: jalur sepeda yang digunakan untuk parkir kendaraan.
“Beberapa hambatannya jalannya macet. Tiba-tiba ada parkiran, jalur sepedanya dipakai,” ungkap Uwin.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa membangun jalur sepeda saja belum cukup untuk menciptakan kota yang ramah pesepeda.
Ruang yang telah disediakan harus tetap dijaga agar berfungsi sebagaimana mestinya. Ketika jalur sepeda terhalang kendaraan, pesepeda terpaksa keluar dari ruangnya dan kembali berhadapan langsung dengan arus kendaraan bermotor.
Pada titik inilah persoalan infrastruktur bertemu dengan persoalan kedisiplinan dan kesadaran bersama.
Jalan yang aman membutuhkan fasilitas yang baik, tetapi juga membutuhkan perilaku pengguna jalan yang saling menghormati.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!