Meta AI Hadir di WhatsApp: Tanggapan Pengurus Departemen Teknologi DPP LDII
Meta AI akan menganalisis pesan dan menyampaikan tanggapannya secara langsung di dalam jendela obrolan grup, dan balasan ini akan terlihat oleh semua orang dalam percakapan. Dalam obrolan grup, Meta AI hanya dapat merespons pesan yang secara khusus menyebutnya dengan menggunakan ‘@Meta AI’. Klaimnya, Meta AI tak mengakses obrolan lain dalam grup.
Di balik kelebihannya Meta AI masih memiliki kekurangan terutama dalam mengatur ranah informasi pribadi. Kemudian, sikap ketergantungan pada AI yang berlebihan menyebabkan penurunan kreativitas seseorang. Selain itu, AI rentan penyalahgunaan informasi yang dikhawatirkan membahayakan pengguna.
Bagaimana menyikapi teknologi tersebut?
Febru menegaskan, dari sisi pengguna harus tetap bijak,
“Karena secara signifikan, AI belum terlalu bermanfaat,” katanya.
Dalam pemakaian Meta AI di grup obrolan misalnya, pengguna Whatsapp perlu memeriksa informasi sebelum membagikan dan jangan bergantung sepenuhnya pada Meta AI,
“Selanjutnya pengguna melindungi privasi dan keamanan akun dengan tidak memberikan data sensitif dan berikan umpan balik (feedback) untuk meningkatkan kualitas data AI,” lanjutnya.
Penggunaan Meta AI, menurutnya sama seperti teknologi lain, pasti ada sisi negatif dan positif, sehingga pengguna tentu harus bijak dalam memanfaatkan. Contoh pemanfaatan yang positif bagi LDII sebagai lembaga dakwah, teknologi AI bisa dipakai mengecek dan mengoreksi informasi mengenai LDII dan berbagai kegiatan positif yang dilakukan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!