Messi Jadi Simbol Perlawanan, Spanduk Raksasa Warnai Perebutan Kursi Presiden Barcelona
ED
Editor
M Purnama Alam
Kamis, 19 Februari 2026 | 21:02 WIB
VISI.NEWS|BANDUNG -Kontestasi kursi presiden Barcelona memanas bahkan sebelum masa kampanye berjalan lama. Pengunduran diri Joan Laporta membuka pintu pertarungan baru, dan salah satu penantangnya, Marc Ciria, langsung memainkan kartu emosional: nama Lionel Messi.
Di pusat kota Barcelona, Rabu (18/2/2026), tim kampanye Ciria membentangkan spanduk raksasa bergambar Messi dengan tulisan “Ganes de tornar-te a veure” atau “Tak sabar untuk bertemu denganmu lagi”. Pesan itu menjadi simbol kerinduan sekaligus sindiran atas perpisahan Messi pada 2021 yang hingga kini masih menyisakan luka bagi sebagian suporter.
Ciria secara terbuka menjelaskan bahwa langkah tersebut bukan sekadar strategi politik, melainkan bentuk penghormatan.
“Kami akan melakukan segalanya dengan baik. Itu yang akan saya katakan kepada Anda. Ini adalah sebuah penghormatan, penghormatan yang tidak diberikan kepadanya ketika ia diusir dari klub dan yang memang pantas ia terima,” ujar Ciria, dikutip dari Football Espana.
Menurutnya, pemasangan spanduk itu juga menjadi cara menyuarakan aspirasi anggota klub yang ingin melihat Messi kembali ke Camp Nou.
“Kami berharap bisa memenuhi hal itu. Kami berharap semua video yang dikirim oleh anggota dan penggemar di seluruh dunia akan membuat Anda melihat bahwa tidak hanya ada satu suara,” lanjutnya.
Ciria menilai keputusan melepas Messi beberapa tahun lalu sebagai kesalahan strategis terbesar dalam sejarah klub. Ia meyakini isu tersebut masih relevan dan kuat secara emosional di kalangan socios.
“Setiap kali kami bertemu para anggota, mereka mengatakan kepada kami bahwa kami harus memberikan segalanya agar Leo Messi kembali. Sejak 2021 kami sudah mengatakan bahwa salah satu kesalahan strategis terbesar dalam sejarah klub adalah melepas Leo Messi,” tutur Ciria.
“Dan sejak 2021 pula kami menegaskan perlunya Leo Messi untuk kembali. Penghormatan ini didasarkan pada gairah, emosi, dan keyakinan bahwa kami berada di pihak yang benar,” tambahnya.
“Sebagian besar anggota ingin mengembalikan kegembiraan memiliki pemain terbaik dalam sejarah di rumahnya sendiri, dari tempat yang seharusnya tidak pernah ia tinggalkan,” imbuh Ciria.
Langkah ini dipandang sebagai serangan tidak langsung terhadap Laporta, yang saat ini berupaya kembali merebut kepercayaan anggota klub. Dengan menjadikan Messi sebagai simbol, Ciria mencoba memosisikan dirinya sebagai representasi nostalgia sekaligus harapan baru bagi masa depan Blaugrana.
Kontestasi belum mencapai puncaknya, namun jelas satu hal: nama Messi kembali menjadi pusat perdebatan di Barcelona, bukan sebagai pemain, melainkan sebagai simbol politik dalam perebutan kekuasaan klub.@fajar
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!