Merck Perluas Laboratorium Biosafety di Singapura, Perkuat Industri Biofarmasi Asia Pasifik
VISI.NEWS – Merck KGaA memperluas fasilitas laboratorium BioReliance® di Singapura menjadi lebih dari 1.000 meter persegi. Ekspansi ini ditujukan untuk memperkuat layanan pengujian biosafety dan analitik bagi perusahaan biofarmasi di kawasan Asia Pasifik sekaligus meningkatkan ketahanan rantai pasok pengembangan obat.
Ekspansi tersebut diumumkan Merck pada 11 Agustus 2026. Langkah ini dinilai penting di tengah ketidakpastian perdagangan global dan berbagai gangguan rantai pasok yang dapat memengaruhi proses pengembangan serta produksi obat.
Dengan fasilitas yang lebih besar dan kemampuan pengujian yang semakin lengkap, pengembang obat di Asia Pasifik dapat melakukan lebih banyak pengujian lanjutan secara regional tanpa harus mengandalkan fasilitas di negara-negara Barat.
Salah satu perkembangan utama dalam ekspansi tersebut adalah laboratorium BioReliance® di Singapura akan menjadi fasilitas pertama di Asia Pasifik yang menyediakan kombinasi layanan Cell Line Characterization dan GMP Next-Generation Sequencing (NGS).
Kedua kemampuan tersebut menjadi bagian penting dalam pengujian kualitas dan keamanan produk biofarmasi.
Cell Line Characterization digunakan untuk membantu memastikan karakteristik dan konsistensi lini sel yang digunakan dalam proses produksi biologis. Sementara itu, GMP NGS memanfaatkan teknologi pengurutan generasi berikutnya untuk mendukung pengujian molekuler dengan tingkat sensitivitas yang tinggi dalam lingkungan yang memenuhi persyaratan Good Manufacturing Practice (GMP).
Merck juga akan menyediakan metode molekuler lanjutan melalui platform Blazar®, teknologi proprietary yang dikembangkan untuk mendukung deteksi virus secara cepat.
Kombinasi berbagai teknologi tersebut diharapkan dapat memberikan pilihan pengujian yang lebih cepat, sensitif, dan sesuai dengan perkembangan kebutuhan industri biofarmasi.
Merck menilai pengembangan fasilitas pengujian di kawasan Asia Pasifik semakin penting karena industri farmasi menghadapi perubahan rantai pasok global.
Selama ini, sebagian kebutuhan pengujian khusus dalam pengembangan dan produksi obat dapat melibatkan fasilitas yang berada jauh dari lokasi perusahaan pengembang. Kondisi tersebut berpotensi menambah waktu, biaya, serta kompleksitas logistik.
Dengan tersedianya kemampuan pengujian lanjutan di Singapura, perusahaan biofarmasi di kawasan dapat memperoleh layanan secara lebih dekat dengan lokasi pengembangan dan produksinya.
Langkah tersebut diharapkan membantu memangkas waktu tunggu pengujian serta mengurangi ketergantungan terhadap jaringan layanan di luar kawasan.
“Melokalkan kemampuan pengujian BioReliance® ini memungkinkan pelanggan biofarmasi kami di Asia Pasifik mempercepat jadwal pengembangan, meningkatkan efisiensi operasional, serta memenuhi standar regulasi dan keberlanjutan yang terus berkembang,” kata Paolo Carli, Head of Advanced Solutions untuk bisnis Life Science Merck.
Menurut Carli, investasi tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Merck untuk membantu perusahaan pengembang obat melalui layanan pengujian analitik dan biosafety serta keahlian teknis.
Biosafety testing merupakan salah satu tahapan penting dalam proses pengembangan dan produksi obat biologis.
Pengujian tersebut membantu memastikan produk biologis memenuhi persyaratan keamanan, efektivitas, dan regulasi sebelum digunakan secara lebih luas.
Bagi industri biofarmasi yang terus berkembang di Asia Pasifik, ketersediaan fasilitas pengujian berkualitas tinggi di kawasan menjadi salah satu komponen penting dalam membangun ekosistem pengembangan obat.
Merck menyebut ekspansi fasilitas di Singapura dibangun berdasarkan pengalaman perusahaan selama lebih dari 75 tahun dalam layanan pengujian global.
Laboratorium BioReliance® di Singapura sendiri mulai beroperasi pada 2018. Setelah ekspansi, luas total fasilitas tersebut akan mencapai lebih dari 1.000 meter persegi.
Selain meningkatkan kapasitas pengujian, ekspansi laboratorium juga mendukung perubahan teknologi dalam pengendalian kualitas produk biologis.
Industri biofarmasi semakin banyak mengadopsi metode molekuler untuk memperoleh hasil pengujian yang lebih cepat dan sensitif.
Salah satu teknologi yang disiapkan Merck adalah Blazar®, platform molekuler untuk deteksi virus secara cepat.
Penggunaan metode molekuler juga berkaitan dengan upaya industri menerapkan prinsip 3Rs, yakni Replacement, Reduction, dan Refinement dalam penggunaan hewan untuk kegiatan penelitian dan pengujian.
Melalui teknologi pengujian yang lebih maju, industri diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada metode berbasis hewan ketika terdapat metode alternatif yang sesuai dan memenuhi persyaratan ilmiah serta regulasi.
Dengan demikian, ekspansi fasilitas Merck tidak hanya berorientasi pada peningkatan kapasitas, tetapi juga pada perubahan pendekatan pengujian menuju metode yang lebih modern dan berpotensi mendukung praktik yang lebih berkelanjutan.
Pemerintah Singapura menyambut ekspansi fasilitas tersebut sebagai bagian dari penguatan ekosistem life sciences di negara tersebut.
Goh Wan Yee, Senior Vice President dan Head of Healthcare Singapore Economic Development Board (EDB), mengatakan ekspansi laboratorium BioReliance® akan membawa layanan pengujian generasi terbaru bagi perusahaan biofarmasi di Singapura dan kawasan Asia Pasifik.
“Ekspansi laboratorium BioReliance® Merck akan membawa layanan pengujian kelas dunia dan generasi berikutnya kepada perusahaan biofarmasi di Singapura dan kawasan,” kata Goh.
Menurutnya, pengembangan tersebut juga diharapkan memperkuat kemitraan dengan Merck, membangun kemampuan baru bagi tenaga kerja lokal, serta mendukung pengembangan terapi inovatif untuk pasien.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa investasi laboratorium tidak hanya berkaitan dengan fasilitas fisik, tetapi juga pengembangan sumber daya manusia dan kemampuan teknologi di Singapura.
Asia Pasifik merupakan salah satu kawasan dengan perkembangan industri kesehatan dan biofarmasi yang semakin dinamis. Pertumbuhan industri tersebut membutuhkan dukungan infrastruktur pengujian yang mampu mengikuti kompleksitas teknologi biologis dan standar regulasi yang terus berkembang.
Dalam konteks tersebut, ekspansi laboratorium Merck di Singapura dapat menjadi bagian dari upaya membangun jaringan layanan pengujian yang lebih dekat dengan pelanggan di kawasan.
Kehadiran layanan Cell Line Characterization, GMP NGS, serta metode molekuler seperti Blazar® memberikan tambahan pilihan bagi perusahaan biofarmasi dalam menjalankan pengujian pada berbagai tahapan pengembangan dan produksi.
Merck juga menempatkan ekspansi ini sebagai bagian dari strategi yang lebih luas untuk mendukung ekosistem life sciences di Asia Pasifik dan mendorong kemajuan ilmiah.
Dengan luas fasilitas yang kini mencapai lebih dari 1.000 meter persegi, laboratorium BioReliance® Singapura diharapkan mampu memainkan peran yang semakin besar dalam menyediakan layanan pengujian biosafety dan analitik bagi industri biofarmasi regional.
Pada akhirnya, investasi tersebut tidak hanya memperkuat kapasitas Merck di Singapura, tetapi juga berpotensi membantu industri biofarmasi Asia Pasifik menghadapi tantangan rantai pasok global, mempercepat proses pengembangan obat, dan meningkatkan kesiapan kawasan dalam menyediakan teknologi pengujian yang lebih modern dan berkelanjutan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!