Merah Putih, Warisan Agung dari Kerajaan Majapahit hingga Kemerdekaan Indonesia

ED
Jumat, 9 Agustus 2024 | 07:00 WIB
Bagikan
Merah Putih, Warisan Agung dari Kerajaan Majapahit hingga Kemerdekaan Indonesia

**Menjaga Simbol Merah Putih dengan Kearifan Lokal**

Selama masa penjajahan, masyarakat Jawa dengan cerdik menyembunyikan simbol merah putih dalam tradisi dan ritual sehari-hari. Misalnya, bubur merah putih yang disajikan untuk merayakan kelahiran bayi dijelaskan kepada penjajah sebagai simbol kasih sayang orang tua, sementara tumpeng dengan cabe merah di atasnya diartikan sebagai persembahan kepada leluhur.

Tidak hanya itu, saat mendirikan rumah baru, masyarakat Jawa kerap menyematkan kain merah dan putih pada bagian kuda-kuda rumah, disertai tebu, kelapa, dan pisang. Semua ini dilakukan untuk menjaga agar simbol merah putih tetap hidup, meski berada di bawah pengawasan ketat penjajah.

**Pesan KH. Hasyim Asy'ari dan Proklamasi Kemerdekaan**

Pada tahun 1937, jauh sebelum Indonesia merdeka, Hadhratussyaikh KH. Hasyim Asy'ari, seorang ulama besar dan pendiri Nahdlatul Ulama, memberikan pesan penting saat Muktamar NU di Banjarmasin. Ia meminta agar bendera Indonesia yang kelak merdeka tetap berwarna merah putih, sebagai bentuk penghormatan kepada tradisi leluhur dan simbol persatuan bangsa.

Pesan ini menjadi kenyataan saat Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945. Habib Ali Abdurrahman Kwitang menjadi salah satu tokoh yang segera mengibarkan bendera Merah Putih di Jakarta, diikuti oleh seluruh rakyat. Momen ini menegaskan bahwa merah putih bukan sekadar hasil kesepakatan para pendiri bangsa, melainkan warisan yang telah dijaga selama berabad-abad oleh nenek moyang bangsa Nusantara.

**Kenali dan Cintai Merah Putih**

Merah putih adalah simbol martabat bangsa Indonesia yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Sejarah panjang yang mengiringi warna ini mengingatkan kita akan pentingnya menjaga dan mencintai warisan budaya yang telah diberikan oleh leluhur. Dengan mengenal dan mencintai merah putih, kita tidak hanya menghargai masa lalu, tetapi juga mempersiapkan masa depan yang lebih cerah bagi bangsa Indonesia. Salam cinta merah putih, lambang kehormatan dan kebesaran bangsa Indonesia.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.