Menyusuri Jejak Dakwah di Masjid Al-Abror Sidoarjo

ED
Selasa, 23 Juni 2026 | 19:10 WIB
Bagikan
/

Menurutnya, keberadaan masjid yang telah berusia lebih dari tiga abad tersebut menjadi bukti bahwa jejak sejarah Islam di Jawa Timur sangat kaya dan masih terawat dengan baik oleh masyarakat.

“Perjalanan gowes kali ini memberikan pengalaman berharga. Kami tidak hanya melihat bangunan tua, tetapi juga menyaksikan bagaimana warisan para ulama tetap hidup melalui aktivitas keagamaan yang berlangsung setiap hari,” tambahnya.

Meski telah mengalami renovasi besar pada tahun 2006 dan 2009, sejumlah peninggalan asli masih dipertahankan sebagai bukti sejarah. Amsari menjelaskan, setidaknya terdapat tiga bagian yang masih menjadi saksi masa awal berdirinya masjid, yakni sumur tua, gerbang masjid, dan kompleks makam para pendiri yang berada di bagian belakang.

Yang paling menarik perhatian Tim Gowes VISI.NEWS adalah sumur tua peninggalan Mbah Muljadi. Sumur yang telah berusia ratusan tahun itu hingga kini masih digunakan oleh jamaah.

“Airnya masih sangat deras dan dimanfaatkan untuk minum, mandi, maupun berwudu. Ini menjadi salah satu peninggalan bersejarah yang tetap berfungsi sampai sekarang,” jelas Amsari.

Usai berkeliling area masjid dan makam para pendiri, rombongan menyaksikan aktivitas masyarakat yang silih berganti datang untuk beribadah, berziarah, maupun sekadar beristirahat. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa Masjid Al-Abror masih menjadi pusat kehidupan sosial-keagamaan warga Sidoarjo.

Saat ini pengelolaan masjid dilakukan oleh masyarakat setempat melalui takmir yang banyak berasal dari kalangan Nahdlatul Ulama Kabupaten Sidoarjo. Berbagai kegiatan rutin terus berlangsung, mulai dari pengajian kitab kuning, majelis taklim, hingga pendidikan Madrasah Diniyah Awaliyah bagi anak-anak.

Napak tilas yang didukung Komite Sepeda Indonesia (KSI) Kabupaten Bandung, Kakanwil Ditjen Pemasyarakatan Sumatera Barat, PT. Pupuk Kujang, Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PCNU Kabupaten Bandung, Diskominfo Kabupaten Bandung, Bapenda, PT. BPR Kerta Raharja, dan Perumda Tirta Raharja ini menjadi pengingat bahwa sejarah bukan sekadar catatan masa lalu. Di balik setiap perjalanan, lorong, dan bangunan kuno terdapat nilai-nilai perjuangan, toleransi, serta kebijaksanaan yang tetap relevan bagi kehidupan masa kini.***

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.