Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Truk Masuk Jurang Cisarakan Sukabumi, Sopir Tewas 26 Aug 2026 Kabut Asap Karhutla Jambi Makin Pekat, Ganggu Kesehatan dan Sekolah 26 Aug 2026 SMA Taruna Nusantara Buka Rekrutmen P3 2026, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Truk Masuk Jurang Cisarakan Sukabumi, Sopir Tewas 26 Aug 2026 Kabut Asap Karhutla Jambi Makin Pekat, Ganggu Kesehatan dan Sekolah 26 Aug 2026 SMA Taruna Nusantara Buka Rekrutmen P3 2026, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Menteri LH Temukan Kerusakan Lingkungan di Pulau Manuran, Raja Ampat

Desi Rossilawati
Minggu, 8 Juni 2025 | 15:00 WIB
Bagikan
Menteri LH Temukan Kerusakan Lingkungan di Pulau Manuran, Raja Ampat
VISI.NEWS | JAKARTA - Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengungkap adanya indikasi kerusakan lingkungan di salah satu wilayah pertambangan di kawasan Raja Ampat, Papua Barat Daya. Temuan ini terletak di Pulau Manuran, lokasi tambang nikel yang dikelola oleh PT ASP. Dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, Hanif menjelaskan bahwa kegiatan pertambangan di wilayah tersebut mencakup empat pulau kecil yang dikelola oleh empat perusahaan berbeda, yaitu PT GN, PT ASP, PT KSM, dan PT MRB. Dari hasil pengawasan, Pulau Manuran dinilai mengalami kerusakan paling signifikan. "Memang di pulau ini (Manuran) lebih kecil ya, jadi hanya 743 hektare. Tentu kita bisa membayangkan kalau ini dilakukan eksploitasi, pemulihannya tidaklah terlalu gampang karena tidak ada lagi bahan untuk memulihkan. Ini yang kemudian menjadi perhatian kami untuk melakukan review terkait dengan dokumen lingkungan," ujar Hanif. Ia menambahkan bahwa dokumen persetujuan lingkungan untuk PT ASP dikeluarkan oleh Bupati Raja Ampat melalui SK Nomor 75B Tahun 2006. Namun, dokumen tersebut hingga kini belum sampai ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk dilakukan evaluasi. Hanif turut menunjukkan dokumentasi visual kerusakan, termasuk kekeruhan air laut di sekitar bibir pantai Pulau Manuran yang diduga akibat jebolnya kolam pengendapan (settling pond). Insiden ini menyebabkan pencemaran lingkungan yang cukup serius. "Ini posisinya teman-teman sekalian. Pada saat dilakukan pengawasan memang ada kejadian settling pond dan jebol. Dan ini memang menimbulkan pencemaran lingkungan, kekeruhan pantai yang cukup tinggi. Dan ini tentu ada konsekuensi yang harus ditanggungjawabi oleh perusahaan tersebut," tegasnya. Lebih lanjut, Hanif menyoroti lemahnya sistem pengelolaan lingkungan di PT ASP, jika dibandingkan dengan perusahaan lain yang beroperasi di wilayah yang sama. Ia menyatakan bahwa PT ASP belum memiliki manajemen lingkungan yang memadai dan penanganan dampaknya dinilai masih rendah. Atas temuan tersebut, aktivitas pertambangan di Pulau Manuran telah disegel oleh tim penegakan hukum KLHK. Hanif menyebut proses penambangan oleh PT ASP dilakukan tanpa kehati-hatian, menimbulkan risiko besar terhadap lingkungan pulau kecil tersebut. "Jadi ini sudah diberikan papan penyegelan dari teman-teman penegakan hukum. Jadi ini agak serius ini kondisi lingkungannya untuk pulau yang ada di Pulau Manuran ini. Yang kegiatan penambangan nikel yang dilakukan di Pulau Manuran ini," kata Hanif. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.