Meningkatkan Kedermawanan di Bulan Ramadan
Hadist di atas secara jelas menjelaskan bahwa Rasulullah saw pada bulan Ramadan semakin meningkat kedermawanannya dibandingkan bulan-bulan selainnya. Al-Hafidz Ibu Hajar Al-'Asqalani menjelaskan tentang sisi persamaan makna redaksi hadist “Lebih dermawan daripada angin yang berhembus” dalam penjelasanya beliau mengutip perkataan Az-Zain bin al-Munir, berkata: "Sisi kesamaan antara kedermawanan Rasulullah saw dengan kedermawanan angin yang berhembus adalah bahwa yang dimaksud dari angin adalah angin rahmat yang Allah kirim untuk menurunkan hujan yang merata dan menjadi sebab membasahi bumi mati atau lainnya, yakni kebaikan dan kebajikan Rasulullah saw merata umum untuk orang fakir yang membutuhkan dan orang kaya yang berkecukupan, kebaikan Rasulullah tersebut lebih banyak dibandingkan apa yang ditimbulkan oleh hujan dari angin yang berhembus." (Ahmad bin Ali bin Hajar Abu Fadhal Al-Asqalani, Fathul Bari Syarh Shahih Bukhari, , juz IV, halaman 139).
Imam An-Nawawi dalam kitabnya Syarh Nawawi 'ala Muslim berkata yang di maksud dengan nabi lebih dermawanan daripada angin yang berhembus adalah seperti angin dalam hal kecepatan dan menyeluruhnya. Kemudian Imam Nawawi menjelaskan beberapa faidah hadits di atas sebagai berikut:
وَفِي هَذَا الْحَدِيثِ فَوَائِدُ مِنْهَا بَيَانُ عِظَمِ جُودِهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمِنْهَا اسْتِحْبَابُ إِكْثَارِ الْجُودِ فِي رَمَضَانَ وَمِنْهَا زِيَادَةُ الْجُودِ وَالْخَيْرِ عِنْدَ مُلَاقَاةِ الصَّالِحِينَ وَعَقِبَ فِرَاقِهِمْ لِلتَّأَثُّرِ بِلِقَائِهِمْ وَمِنْهَا استحباب مدارسة القرآن
Artinya, "Dalam hadits ini terdapat beberapa faidah, diantaranya adalah: (1) besarnya sifat kedermawanan Nabi Muhammad saw; (2) disunahkan memperbanyak kedermawanan pada bulan Ramadhan; (3) Bertambahnya kedermawanan dan kebaikan tatkala berjumpa dengan orang saleh dan beberapa saat setelah berpisah dengan mereka, hal itu karena pengaruh kebaikan berjumpa dengan mereka. (4) Disunahkan untuk membqca dan mempelajari Al-Qur'an di bulan Ramadhan." (Abu Zakariya Muhyiddin bin Syaraf An-Nawawi, Syarah Nawawi ala Muslim, , Juz 15, halaman 69).
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!