Mengungkap Lanskap API di Sektor Keuangan Indonesia

ED
Jumat, 3 Mei 2024 | 07:51 WIB
Bagikan
Mengungkap Lanskap API di Sektor Keuangan Indonesia

Namun, selain manfaat ekonominya, API juga membuka peluang ancaman digital yang harus ditanggapi dengan serius. James Lee, Solutions Architect, APCJ dari F5, memperkirakan integrasi API dengan perusahaan pihak ketiga akan menjadi vektor serangan baru. Sementara itu, OWASP Foundation merilis daftar 10 teratas keamanan API dengan empat kerentanan baru, salah satunya adalah ’Penggunaan API yang Tidak Aman’. Kerentanan ini dapat terjadi ketika aplikasi internal terintegrasi dengan endpoint API pihak ketiga dan menggunakan data tanpa sanitasi atau validasi respons. Ini adalah pertama kalinya para ahli OWASP menambahkan masalah ‘Rantai Pasokan’ ke dalam daftar 10 teratas keamanan API. James yakin masalah penggunaan API di pihak ketiga ini dapat menyebabkan pelanggaran data yang signifikan di masa mendatang.

Untuk mengatasi potensi pelanggaran data pada aplikasi API, perusahaan dapat melakukan berbagai Langkah penting untuk meningkatkan keamanan API mereka, seperti:

  • Menerapkan mekanisme autentikasi dan otorisasi yang kuat untuk memastikan hanya pengguna yang berwenang yang dapat mengakses API-nya. Hal ini termasuk penggunaan protokol autentikasi standar industri dan penerapan kontrol akses berbasis peran (RBAC)
  • Pahami API Anda melalui dokumentasi dan inventaris yang tepat. Inventaris yang komprehensif dan terkini dari semua API yang diketahui dapat membantu mencegah API bayangan yang tidak terpantau, dan mengurangi kemungkinan pelanggaran data.
  • Mencapai keseimbangan antara inovasi dan keamanan

Berikut adalah cara kunci untuk mencapai keseimbangan tersebut:

  • Merancang strategi pengelolaan API untuk setiap jenis API yang berfungsi untuk menetapkan kontrol keamanan yang sesuai.
  • Melaksanakan kebijakan keamanan API yang dapat diterapkan secara konsisten di mana pun API digunakan.
  • Menyesuaikan diri dengan ancaman baru yang muncul dalam penggunaan AI.
  • Mengelola risiko selama siklus pengembangan perangkat penting dilakukan.

Uji coba sebelum, selama, dan setelah implementasi sangatlah krusial. Dengan mengintegrasikan pengujian ke setiap tahap pengembangan perangkat, Anda memiliki lebih banyak kesempatan untuk mengidentifikasi kelemahan dan kerentanan sebelum terjadi insiden pelanggaran data. Keamanan juga harus diintegrasikan secara ketat dalam siklus hidup aplikasi yang sama, termasuk dalam alur kerja CI/CD, penyediaan layanan, dan ekosistem pemantauan peristiwa.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.