Mengungkap Lanskap API di Sektor Keuangan Indonesia

ED
Jumat, 3 Mei 2024 | 07:51 WIB
Bagikan
Mengungkap Lanskap API di Sektor Keuangan Indonesia

Oleh Surung Sinamo

LAYANAN keuangan digital di Indonesia telah meningkat secara signifikan dan hal ini dapat dilihat dengan pertumbuhan penggunaan pembayaran non-tunai, investasi digital, asuransi digital, produk Paylater, dan transfer uang. Kini, layanan keuangan masih terus dikembangkan di perbankan, sementara layanan keuangan digital juga terus ditawarkan oleh perusahaan teknologi atau Fintech dengan layanan P2P lendingnya. Adapun layanan terdepan saat ini dalam keuangan digital adalah sistem pembayaran QRIS yang kini telah mencapai 22 juta pengguna terdaftar, dimana hal juga menyederhanakan pembayaran bagi pelaku UMKM.

Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK, Otoritas Jasa Keuangan) juga mendukung digitalisasi layanan keuangan dan menganjurkan agar layanan perbankan dapat lebih terbuka dengan layanan pelanggan lain dengan melakukan standarisasi API. Sebelumnya, Bank Indonesia telah melakukan inisiatif dengan memperkenalkan BI-FAST, sistem pembayaran real-time, dan menetapkan peraturan API melalui SNAP.

Dengan berkembangnya tren keuangan digital, Bank Indonesia mengeluarkan Sistem Cetak Biru Pembayaran Bank Indonesia (BI) 2025 yang bertujuan untuk menjembatani kesenjangan digital dan memberdayakan inklusi keuangan. Dalam inisiatif tersebut, Bank Indonesia memanfaatkan kekuatan digitalisasi untuk membawa 91,3 juta masyarakat Indonesia yang belum memiliki rekening bank dan 62,9 juta UMKM ke perekonomian formal. Melalui inisiatif perbankan terbuka seperti Open API Framework, BI membina hubungan yang aman dan lancar antara bank dan fintech, sehingga membuka jalan bagi Indonesia yang lebih inklusif dan berdaya secara digital.

Selain tren digital dalam layanan keuangan dan fintech, eCommerce juga terbukti telah mengalami pertumbuhan yang luar biasa di Indonesia selama beberapa tahun terakhir, dan hal ini telah membawa Indonesia menjadi pasar eCommerce terbesar ke-10 di dunia dan salah satu pasar eCommerce dengan pertumbuhan tercepat di Tenggara. Asia.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.