Menguatkan Identitas Budaya Sunda Lewat Pencak Silat, Strategi Kabupaten Bandung 2026
VISI.NEWS | KAB. BANDUNG - Kabupaten Bandung menargetkan tahun 2026 sebagai momentum penguatan identitas budaya Sunda melalui pencak silat. Upaya tersebut dilakukan dengan mengintegrasikan pencak silat ke dalam pendidikan, memperkuat peran padepokan, serta menjadikannya sebagai bagian dari strategi pariwisata budaya daerah.
Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Bandung, Tarya Witarsa, menilai penguatan budaya lokal menjadi langkah strategis di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang berpotensi menggerus nilai-nilai kearifan lokal.
Menurutnya, pencak silat merupakan salah satu instrumen penting dalam menjaga jati diri masyarakat Sunda. Selain telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia, pencak silat juga mengandung nilai filosofis yang relevan dengan pembentukan karakter generasi muda.
“Pencak silat bukan sekadar seni bela diri, tetapi sarat dengan nilai tata krama, keluhuran budi, pengendalian diri, dan semangat kesatria yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Sunda,” ujar Tarya.
Integrasi Pencak Silat dalam Pendidikan
Ia menekankan bahwa penguatan budaya harus dimulai dari dunia pendidikan. Karena itu, integrasi pencak silat ke dalam mata pelajaran Muatan Lokal (Mulok) di sekolah-sekolah dinilai sebagai langkah strategis yang sejalan dengan visi Bupati Bandung, Dadang Supriatna, dalam memperkuat pendidikan berbasis budaya dan bahasa Sunda.
Tarya berharap tahun ajaran 2026 menjadi titik awal penerapan Mulok Pencak Silat secara lebih luas dan terstruktur di seluruh jenjang pendidikan, dengan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga pembentukan karakter sesuai Profil Pelajar Pancasila.
Pada jenjang SD/MI, pembelajaran difokuskan pada pengenalan gerak dasar dan nilai filosofi silih asih, silih asah, dan silih asuh guna menanamkan disiplin serta kecintaan terhadap budaya daerah sejak dini.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!