Menghangatkan Makanan Berulang Kali, Berbahaya atau Tidak?
Editor
Desi Rossilawati
Senin, 3 Maret 2025 | 02:12 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Saat bulan Ramadan, makanan sering kali dimasak dalam jumlah besar, terutama saat berbuka puasa. Namun, tidak semua makanan habis dalam sekali makan. Untuk menghindari pemborosan, banyak orang memilih untuk menyimpan dan menghangatkan makanan tersebut untuk disantap saat sahur atau keesokan harinya.
Menurut dr. Kristina Joy Herlambang, dokter spesialis gizi klinik di RS EMC Tangerang, tidak semua makanan baik untuk dipanaskan kembali.
“Kalau memanaskan, kalau protein sebetulnya tidak terlalu terpengaruh. Yang terpengaruh dengan panas biasanya vitamin, sayuran, makanya kalau sayuran biasanya harus habis. Kecuali kalau fermentasi ya (contoh kimchi), dia kan diawetin dan bakterinya udah lain lagi tuh emang untuk disimpan,” jelas dr. Joy.
Lebih lanjut, Tan Shot Yen, ahli gizi komunitas, juga menyoroti risiko menghangatkan makanan, terutama makanan bersantan.
“Enggak dosa makan makanan bersantan, asal santannya jangan dihangatkan berulang,” ujar Tan dalam video yang diunggah di kanal YouTube Dr. Tan & Remanlay Institute.
Menurutnya, kelapa dan santan tidak mengandung kolesterol, tetapi jika dipanaskan berulang kali, senyawa di dalamnya bisa berubah menjadi lemak jenuh, yang berisiko bagi kesehatan.
Menghangatkan makanan memang sering dilakukan untuk mengurangi pemborosan, tetapi tidak semua makanan aman untuk dipanaskan kembali. Sayuran dan makanan bersantan sebaiknya tidak dipanaskan berulang kali karena dapat mengubah kandungan gizinya. Oleh karena itu, lebih baik memasak dalam porsi yang cukup atau menyimpan makanan dengan cara yang benar agar tetap sehat dan aman dikonsumsi. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!